Relaksasi Picu Penerimaan PBB

* PBB  Palembang Capai 74 Persen 

Ilustrasi (net)

PALEMBANG, SP -  Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Palembang tahun ini diyakini jadi salah satu sektor yang ditargetkan mencapai hasil optimal. 

Sebagai informasi, pencapaian PBB sampai November ini sudah 74,15 persen.

Hal itu juga yang menjadi salah satu faktor Pemerintah Kota Palembang cukup percaya diri dengan rancangan APBD 2021. 

Dimana target pendapatan daerah naik sebanyak Rp 39,78 miliar dibandingkan 2020. 

Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan hasil yang dicapai PBB sampai sejauh ini sudah cukup baik di angka 74,15 persen dari target tahun ini sebesar Rp 252 miliar. 

"Capaian PBB kita Rp 185.379.242.200 atau sekitar 74,15 persen. Kita optimis mudah-mudahan dapat tercapai sesuai target yang diharapkan," katanya.

Hal ini juga hasil dari upaya Pemkot Palembang memberikan kebijakan yang diterbitkan belum lama ini dalam Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 5/2020 berupa diskon PBB agar masyarakat tertarik untuk membayar.

"Efek dari Perwali ini cukup memberikan stimulus peningkatan penerimaan PBB, karena sejak diberlakukan banyak masyarakat mengajukan pengurangan ataupun diskon," katanya.

Dengan kebijakan relaksasi PBB, Pemkot Palembang melalui BPPD memiliki tujuan agar masyarakat lebih patuh membayar pajak, dengan begitu penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dapat maksimal. 

"Beberapa relaksasi pajak yang kita berikan, seperti di PBB berupa pengurangan piutang dan tagihan PBB berdasarkan pengajuan atau permohonan keberatan ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap tingkat kepatuhan masyarakat membayar pajak," katanya. 

Dampak positif dari kebijakan relaksasi sejauh ini, lanjutnya secara statistik penerimaan sudah terlihat dari angka capaian PBB yang ada.

"PBB merupakan salah satu sektor pajak yang berkontribusi besar terhadap PAD pajak kita. 

Kita berharap penerimaanya dapat maksimal, di tengah Covid kita masih bisa prediksi potensi penerimaanya masih bisa di angka Rp 230 miliar sampai Rp 250 miliar atau setidaknya sama dengan tahun lalu," katanya.

Untuk mengoptimalkan capaian PAD, pihaknya akan bersama-sama melakukan berbagai upaya. 

Seperti yang diharapkan Walikota Palembang, bahwa upaya selanjutnya menggali potensi lain. 

"Kita terus melakukan secara maksimal agar penerimaan dapat optimal," katanya. (Ara).


Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.