SMA N 1 Kembangkan Kompetensi Guru

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Riza Pahlevi, memberikan apresiasi pada kegiatan pengembangan kompetensi guru di SMAN 1 Palembang (foto:Ocha/SP)

-Persiapan Belajar Tatap Muka 2020

Palembang, SP – Sekolah menengah ata Negeri 1 Palembang, lakukan workshop pengembangan kompentensi guru, di Ruang Gedung serbaguna  SMA Negeri 1 Palembang, Selasa (15/12/2020).

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Palembang, H.Moses Akhmad menilai hal ini dilakukan dalam menghadapi belajar tentang tatap muka yang akan dimulai awal Januari tahun 2021.

"Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari yaitu 1 hari tatap muka dan 2 hari tugas mandiri yang di bimbing H. Muslim sebagai pengawas pembina," katanya.

Peserta dari seluruh guru SMA Negeri 1 Palembang dan sekolah yang termasuk sub rayon 01 se - Kota Palembang serta ada 3 sekolah yaitu Sekolah SMA Srijaya Negara, SMA Hisanuddin dan SMA Tridarma.

"Kami berharap kegiatan ini memberikan pencerahan dalam menyongsong kegiatan tatap muka pada waktu yang akan datang. Kepada para guru-guru agar dapat mengikuti kegiatan ini sampai tuntas dan mengikuti dan menyelesaikan semua tugas- tugas mandiri yang di berikan narasumber," tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Riza Pahlevi, sangat mengapresiasi kegiatan pengembangan kompetensi guru yang dilakukan SMAN 1 Palembang.

"Kegiatan ini mengembangkan kompetensi guru dimasa suasana pembelajaran ditengah pandemi covid-19. Kompetensi guru harus kita asah lagi agar lebih kompeten lagi," ujarnya.

Pembelajaran tatap muka, Riza menjelaskan, itu sudah ada keputusan Menteri Pendidikan yang berisi tentang sekolah tatap muka itu diperbolehkan tapi tidak diwajibkan.

"Gubernur Sumsel telah membuat surat edaran ke Dinas Pendidikan Sumsel, Dinas Pendidikan Kabupaten dan kota, serta Kemenag Sumsel dan Kabupaten dan kota, agar menyiapkan dulu infrastruktur dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan itu dibuat banyak. Siswa wajib menggunakan masker, dan menjaga jarak," katanya.

Selain itu, pihak sekolah melalui komite sekolah juga mengajak rapat orang tua siswa, terkait diperbolehkannya anaknya sekolah. 

"Harus ada pernyataan tertulis, itu tidak perlu bermaterai. Yang penting ada izin orang tua. Itu direkap dan diakomodir. Sehingga pembelajarannya nanti ada yang tatap muka, juga boleh juga daring," bebernya.

Riza berharap, sekolah menerapkan sistem PINTAR yakni profesional, adaptasi, niat, disiplin, aplikasi dikuasai, dan integritas serta inovasi. "Dengan diterapkannya pola PINTAR, mudah-mudahan keberhasilan dapat dicapai," pungkasnya (Ocha).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.