Pasutri Tawarkan Layanan Threesome via Twitter

 

PR (47) dan isteri SM diamankan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang,terlibat praktek prostitusi. Foto denny/sumselpers

PALEMBANG, SP – Praktek mesum prostitusi menawarkan istrisebagai pelayan seks kepada pria hidung belang melalui media sosial Twitter, berhasil dibongkar. Bejatnya lagi, Pur (46) juga membuka layanan pasangan treesome melibatkan dirinya, sang isteri dan pelanggan.

Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang,berhasil membongkar praktek prostiusi yang dilakukan pasangan suami isteri (pasutri) Pur (46) dan SM warga Kayuagung OKI, atas aksi tindak pidana perdagangan orang.

Dia bersama sang isteri diamankan di sebuah hotel di kawasan Jl Kapten Arivai, Jum'at (6/2) sekira pukul 20.30 WIB.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasubnit PPA, Iptu Fifin Sumailan mengatakan,diamankannya pelaku setelah anggotanya, berpura-pura melakukan transaksi terhadap kedua pelaku di hotel dikawasan Jl Kapten Arivai Palembang.

"Namun setelah barang bukti cukup, kita langsung bergerak dan berhasil mengamankan kedua pasangan suami istri tersebut," ujar Iptu Fifin, Senin (8/2/2021).

Iptu Fifin menerangkan, kejadian ini bermula saat kedua pelaku menawarkan diri di media twitter untuk melakukan hubungan seksual layaknya suami istri (threesome) dengan tarif Rp 1 juta sekali kencan.

 

"Mereka juga menawarkan jasa long time dengan durasi empat sampai enam jam dengan harga Rp 1,5 juta," katanya.

Ia menjelaskan, dari pengakuan kedua pelaku aksi keduanya melakukan threesome sudah dimulai sejak September 2020 lalu terakhir saat ditangkap Sabtu (6/2/2021) malam di Hotel Palembang.

"Informasi yang didapat pelanggan, kedua pelaku rata-rata dari luar kota seperti Jakarta dan daerah lain," ungkapnya.

Selanjutnya, kedua pelaku dibawa ke Polrestabes Palembang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Suami Pelaku berinisial PR saat ditemukan di ruangan telah mengakui perbuatannya. "Setelah mendapat pelanggan dan harga pas, saya dan istri langsung menuju Hotel di Palembang sesuai kesepakatan dengan pelanggan," katanya.

Pelaku mengaku terpaksa melakukan karena kebutuhan ekonomi dan untuk kebutuhan sekolah anak.‘’Mengingkat saya dan suami saya tidak bekerja lagi," ujar SM.

SM menjelaskan, latar belakang yang membuatnya terpaksa melakukan hal tersebut untuk biaya operasinya.

"Saya mengidap kanker, karena biaya rumah sakit mahal dan operasi dilangsungkan Senin, saya terpaksa melakukan perbuatan tersebut dan saya menyesal," tutupnya. (DE) 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.