Ini Harapan Wako Pagaralam Kepada Koperasi

Walikota Pagaralam Alpian Maskoni saat membuka pendidikan dan pelatihan perkoperasian di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam


PAGARALAM, SP-Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni, menekankan agar para pelaku Koperasi yang ada di Kota Pagar Alam untuk berinovasi ditengah pandemi Covid-19 agar mampu membantu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan dapat mengakses pasar yang lebih baik.
Hal ini diungkapkan Walikota saat membuka pendidikan dan pelatihan perkoperasian di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam,Selasa (02/03).

Sebagaimana diketahui, bahwa dampak dari pandemi, seluruh sektor perekonomian mengalami penurunan sehingga berdampak dengan meningkatnya angka kemiskinan, jumlah pengangguran dan semacamnya.

"Begitu juga dengan koperasi dan UMKM yang berdampak serius dari sisi produksi, pembiayaan bahkan pemasaran,"ungkap Wako.

Wako menambahkan, tantangan baru yang dihadapi perkoperasian ini hendaknya tidak hanya mengubah cara berbisnis dengan menanfaatkan perkembangan tekhnologi digital dan inovasi produk.Namun ini adalah visi baru ditengah perubahan sosial ekonomi yang dinamis.

“Koperasi harus bisa mengakses pasar yang lebih baik serta mengembangkan usaha seluas-luasnya,"papar Wako.
Ditambahkan,Kadisperindakop UKM dan PP Kota Pagar Alampendidikan bertujuan untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang perkoperasian dan menciptakan koperasi yang tertib adminstarasi.
"Selain itu membuat koperasi yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi dan menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan,"imbuhnya.
Sementara berdasarkan data dari Kabid Koperasi Disperindagkop UKM dan PP Kota Pagar Alam Eko Teguh Putranto, bahwa saat ini terdaftar sebanyak 90 Koperasi di Kota Pagar Alam,namun hanya 30 koperasi yang aktif selebihnya tidak aktif.

Eko mengatakan, sebagian dari koperasi aktif tersebut juga didominasi koperasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diikuti oleh koperasi serba usaha (KSU) dan Koperasi Produsen.
"Mayoritas koperasi aktif ini bergerak dibidang simpan pinjam,"sebutnya.

Sementara, bagi Koperasi yang tidak aktif, Eko menegaskan,sudah berbagai upaya dilakukan dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi agar koperasi yang dikelola bisa aktif,karena koperasi terancam di blacklist jika baik secara adiministrasi maupun kepengurusan tidak memenuhi syarat.

"Karena tidak hanya tidak bisa dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan pemerintahan,koperasi yang tidak aktif pun tidak bisa diusulkan untuk mendapatkan bantuan-bantuan dari berbagai sumber,meskipun koperasi bisa tumbuh mandiri tanpa bantuam dari pemerintah,"jelasnya.

Bahkan,Kata Eko, untuk memotivasi kegiatan perkoperasian di Pagar Alam untuk aktif, beberapa koperasi pun sudah memiliki sertifikat dengan kata lain terdaftar di kementrian koperasi karena keaktifannya melalui usulan Disperindagkop.


"Dan hal ini selalu kita ingatkan karena keberadaan koperasi diharapkan bisa mendukung menggerakkan perekonomian daerah,"kita menaruh harapan besar kepada keaktifan koperasi."pungkasnya (Rep)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.