PALEMBANG,SP - Walikota Ratu Dewa menyoroti dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang makin menjamur di Kota Palembang. Sayangnya 56 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Pemerintah Kota Palembang mencatat, dari 186 SPPG yang sudah beroperasi, 56 SPPG ini terancam ditutup karena tidak punya SLHS yang jadi salah satu syarat utama berdirinya dapur MBG.
"Ada temuan 56 SPPG yang tidak punya SLHS, maka dengan adanya pendampingan dari BPKP, program ini berjalan secara transparan," kata Walikota Palembang Ratu Dewa usai Rakor SPPG MBG di Auditorium UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (BAPELKES) Provinsi Sumsel, Senin (2/3/2026).
Dengan rakor tersebut, persoalan terhadap penerapan MBG di kota Palembang tidak kembali terjadi. "Sehingga tidak ada lagi yang namanya siswa yang keracunan dan sebagainya," harapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fenty Aprina mengatakan, satu bulan sebelum dapur MBG operasional, SPPG ini harusnya sudah punya SLHS.
Sebab SLHS diterbitkan guna memastikan bahwa proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan dari dapur SPPG memenuhi standar keamanan pangan. Ini penting agar program MBG berjalan lancar dan aman.
"SLHS ini menjadi syarat penting untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan program MBG," ujarnya. (Ara)
