36 Tahun Tidak Diperbaiki, Rusun 24 Ilir Kumuh


PALEMBANG, SP -
Revitalisasi Rumah Susun (Rusun) 24 Ilir  dijanjikan Perumnas sejak 2015 lalu. Namun hingga kini bangunan yang berdiri sejak 1984 itu tidak pernah sekalipun diperbaiki. 

Rusun 24 Ilir yang berjumlah 53 block tersebut dihuni puluhan ribu orang. Kondisi rusun terlihat kumuh, pakaian dijemur di setiap depan rumah, dinding rusun terlihat kusam dan beberapa terlihat berlumut.

Salah seorang pemilik rumah di rusun blok 7, Eti mengatakan bahwa sejak 2015 penghuni rusun 24 Ilir sudah dimintai sertifikat rumah, KTP dan KK. Para penghuni sudah lama menunggu mengingat kondisi rusun yang sudah tidak terawat. 

"Kami punya sendiri ini type 36, dulu dijanjikan kalau yang kecil seperti ini ganti ruginya Rp5 juta, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami berharap secepatnya," katanya. 

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan, Pemerintah Kota Palembang mendorong Perumas sebagai pemilik lahan dan bangunan untuk secepatnya melakukan revitalisasi. 

"Awal pembangunan dari 1984 atau sudah 36 tahun tidak ada perbaikan, padahal Hak Guna Bangunan (HGB) itu 25 tahun harus ada perbaikan.  Ini seperti yang kita lihat tidak ada perbaikan sama sekali," katanya, Selasa (20/4/2021).

Fitrianti mengatakan, pemkot mendorong Perumnas secepatnya karena bangunan sudah banyak yang rapuh. "Jika belum ada tindak lanjut, mungkin kita akan tanyakan langsung ke pusat untuk menanyakan secara langsung agar rusun ini dibuat konsepnya seperti apa," katanya.

Sementara itu, pihak Perumnas berdalih bahwa pihaknya baru penugasan pimpinan baru sehingga baru akan mengumpulkan data. "Baru nanti akan koordinasi dengan kantor pusat dan pusat akan memberi instruksi dan rencana apa kedepannya," kata Project Manager Sumsel Perumahan Landed Perumnas, Wawan ikhsan.

Wawan mengatakan, revitalisasi ini dalam bentuk fisik bangunan, lingkungan, rusun akan dibangun dan ubah bentuk menjadi lebih bagus lagi. Sebelumnya pun, sudah ada pengumpulan fotocopy sertifikat rumah dimana dinyatakan pemilih rumah bersedia dilakukan revitalisasi. 

"Sempat vakum 5-6 tahun lalu karna pergantian direksi. Saat revitalisasi nanti pemilik rumah ini sementara akan difasilitasi uang sewa untuk selama 1-2 tahun," katanya. 

Perumas berdalih jika tidak adanya perbaikan selama ini pihaknya tidak tahu pasti karena baru dipindahtugaskan. Selain itu, kebijakan dan pendanaan sempat terfokus pada pembangunan rusun di Jakabaring pada 2018.

"Untuk rusun ini anggaran belum ada. Belum tahu realisasinya kapan," katanya. (Ara).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.