Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang Ikuti Seminar Nasional 100 Profesor Bicara Stunting

PALEMBANG,SP - Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 Tahun 2021, BKKBN menyelenggarakan Seminar Nasional 100 Profesor Bicara Stunting dengan tema Cegah Stunting melalui Penguatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui virtual, Senin (5/7/2021). bertempat di Rumah Dinas Walikota Palembang, yang dihadiri, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Hj. Selviana Harnojoyo beserta pengurus TP PKK Kota Palembang , Kadin PP.PA.PM, Kadin Kominfo.Plt

Dengan adanya Seminar Nasional 100 Profesor Bicara Stunting ini diharapkan ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM baik internal dan petugas lini lapangan Program Bangga Kencana serta mitra kerja dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Kepala BKKBN RI, Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan, stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu sebesar 27,67% pada tahun 2020 amanat Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Kabinet Terbatas pada akhir bulan Januari yang lalu adalah memberikan tugas kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional sebagai ketua pelaksana, Kadin Kesehatan dan Kabag Umum.
Program percepatan penurunan stunting dengan target angka stunting sebesar 14% di tahun 2024.

Ada lima negara yang berhasil menurunkan angka stunting yaitu Peru, Senegal, Nepal, Ethiopia, dan Kyrgyz Republic. "Dari lima negara tersebut sebagai percontohan, saya kira hasil ini nanti bisa menjadi bagian kajian menarik sekali. Contoh Peru berhasil menurunkan angka stunting hingga 30 persen dalam waktu singkat, padahal standar WHO dalam penurunan stunting ada di angka 20 persen,” jelas Hasto.

“Secara umum yang telah dilakukan Senegal, dan 4 negara lainnya dalam rangka penurunan angka stunting secara signifikan dengan berbagai macam cara. Salah satu yang mereka lakukan adalah Improvement Maternal Nutrition and Newborn Outcome yang disini juga kita lakukan. Ini bisa menjadi referensi yang menarik bagi kita semua dalam menyajikannya karena memang keterbatasan literatur yang sifatnya review secara statistic, review penelitian-penelitian yang sama metodenya itu sangat sedikit sehingga strategi review yang kami dapat diantaranya untuk percepatan penurunan stunting,” paparnya.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Nopian Andusti.SE.M.T mengatakan, untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting menuju 14% pada akhir 2024, BKKBN telah menyusun strategi untuk pencegahan kelahiran bayi stunting baru melalui model Pendampingan Keluarga, khususnya keluarga yang memiliki risiko tinggi stunting, termasuk calon pengantin, yang dilakukan oleh para Kader KB, PKK, dan Tenaga Kesehatan.

"Model inkubasi terhadap keluarga 1000 HPK dan Calon pengantin, diharapkan para keluarga memiliki kesiapan dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan mampu melaksanakan pengasuhan selama 1000 HPK dengan baik dan benar, termasuk melaksanakan KB Pasca Persalinan
Ada empat narasumber dan pembahas dalam Seminar Nasional ini, yaitu Prof. drh.M.Rizal Martua Damanikr. MRepSc.Phd. Deputi Bidang Litbang BKKBN, Novian Andusti.SE.M.T (Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan), Prof Dr.Alfitri.M.Si dengan materi Pencegahan Stunting dan Masa depan Prof.Dr.Yuanita Windusari.S.Si.M.Si dengan materi Kehamilan di Usia Remaja dan Stunting pada Balita".

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Palembang Drs.Edwin Effendi.M.Si mengatakan, seminar diikuti sekitar 500 peserta melalui zoom meeting dan lebih dari 200 peserta melalui link YouTube, yang berasal dari internal BKKBN yaitu SDM Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan , SDM Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan (PKB/PLKB), eksternal BKKBN yaitu mitra kerja, jajaran OPD-KB Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan, Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, TP-PKK Provinsi dan Kabupaten/ Kota, Penyuluh KB non PNS, Kader KB/ Poktan/ IMP, remaja dan mahasiswa.(adv/my)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.