Pedagang Hewan Kurban Mulai Kebanjiran Pesanan

PALEMBANG, SP - Lebaran Idul Adha 1442 Hijriah akan tiba 20 Juli mendatang. Para pedagang hewan kurban sejak beberapa pekan ini mulai menerima pesanan/ pembelian baik kambing ataupun sapi. 

Meskipun tidak mengalami kenaikan pemesanan yang signifikan, namun di tahun ini tengah pandemi Covid-19 para penjual hewan kurban cukup mendapat sedikit kenaikan pembelian dibandingkan 2020.

Salah seorang penjual hewan kurban Jalan Sultan Mansyur, Demang Lebar Daun, Romli mengatakan, dibandingkan tahun sebelumnya, 2021 ini minat pembeli cukup membaik. Ia menjual hewan kurban kambing dan sapi dengan harga normal seperti tahun sebelumnya atau tidak ada kenaikan harga.

"Kambing dijual mulai Rp2,5 juta per ekor, sapi dijual Rp14 juta sampai Rp35 juta per ekor, harga ini tergantung besar dan beratnya," katanya, Selasa (13/7/2021).

Selain pemesanan dari individu/ perorangan, ada juga pemesanan dan pembelian dari pengelola masjid. "Dibandingkan 2019 sangat turun, tapi dibandingkan tahun kemarin ada sedikit kenaikan walaupun belum 100 persen. Kisaran dari 2020 sampai 2021 naik sekitar 15-20 persen," katanya. 

Romli menjamin hewan kurban yang ia jual sudah memenuhi syaria islam dan layak untuk dikurbankan yakni hewan tersebut haruslah sehat. Ia meykinkan menjual hewan tidak cacat, seperti buta, pincang, patah tanduk, putus ekornya atau mengalami kerusakan daun telinga. 

Menurutnya, ia memeriksakan hewan kurban ke Dinas Peternakan setempat dan menyiapkan petugas pemotong hewan yang berpengalaman. "Sekarang ini mulai menerima pesanan hewan kurban dari pengurus masjid lewat program arisan hewan kurban dan masyarakat yang akan melakukan pemotongan perorangan," katanya.

Karena permintaan sapi dan kambing yang mulai sejak akhir Mei dan terus berjalan hingga perayaan Idul Adha, ia memenuhi stok hewan kurban untuk masyarakat dengan mengambil pasokan dari luar Palembang.

"Stok hewan kurban yang dijual tidak hanya dipasok oleh peternak sapi dan kambing dari wilayah Sumsel. Tapi ada yang dari provinsi tetangga seperti Lampung, Jambi, dan Bengkulu," katanya. 

Sementara itu salah seorang pembeli hewan kurban, Khodijah mengatakan, sejak pertengah Juni ia sudah melihat ke beberapa tempat penjualan hewan kurban. Mulai dari mencocokan harga sampai mencari kambing dengan kualitas bagus. 

"Kita lihat ke beberapa tempat, seperti di Jalan Sosial dan Demnag Lebar Daun. Karena hewan yang akan dikurbankan harus memenuhi syarat, jadi kita tidak bisa asal beli saja," katanya. (Ara).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.