SOSIALISASI KESEHATAN REFRODUKSI (KESPRO) DAN PENCEGAHAN STUNTING BAGI CALON PENGANTIN (CATIN)

Palembang, SP - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Palembang mengadakan Sosialisasi kepada Calon Pengantin tentang Kesehatan Refroduksi dan pencegahan stunting yang dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali  di  mulai tanggal 29 juni, 1 dan 5 Juli Tahun 2021  yang berlokasi di 30 kelurahan dalam Kota Palembang yang di wakili oelh Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kota Palembang Hj. Rita Oktarina.S.STP.S.Sos mengatakan  kegiatan ini bertujuan agar  calon pengantin dan  keluarga atau anggota keluarga dapat mengetahui fungsi reproduksi secara baik dan benar, agar nantinya dapat melaksanakan fungsi-fungsi reproduksi secara sehat dan sejatera serta  mengetahui bagaimana hidup sehat dan terhindar dari stunting, Narasumber dalam kegiatan ini dari Dinas Kese hatan Kota Palembang dan Aparat setempat Camat dan Lurah  Kota Palembang.

Calon pengantin (catin) yang akan menikah merupakan cikal bakal terbentuknya sebuah keluarga, sehingga sebelum menikah catin perlu mempersiapkan kondisi kesehatannya agar dapat menjalankan kehamilan sehat sehingga dapat melahirkan generasi penerus yang sehat dan menciptakan keluarga sehat, sejahtera dan berkualitas. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan mengetahui bagi calon pengantin tetap perlu diberikan meskipun dimasa pandemi Covid-19 dengan memaksimalkan penerapan protokol pencegahan dan penularan Covid-19 melalui adaptasi kebiasaan baru.Pelaksanaan pelayanan Kesehatan reproduksi bagi catin di masa pandemi Covid-19 ini diharapkan dapat dilakukan dengan memperhatikan zona wilayahnya. Tetapi prinsipnya bagi pasangan calon pengantin tetap dapat melakukan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan reproduksi calon pengantin di fasilitas pelayanan kesehatan selama masa pandemic covid-19 melalui perjanjian terlebih dahulu dengan petugas kesehatan dan tetap menerapkan pr otokol pencegahan penularan Covid-19 meliputi mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menggunakan masker dan menjaga jarak minimal 1 meter. Pemberian KIE/konseling kesehatan reproduksi calon pengantin tidak dilakukan secara langsung atau tatap muka, tetapi tetap dilakukan melalui media online/daring (WA, SMS, HP, Aplikasi dsb).

Calon pengantin dalam hal pencegahan stunting di sampaikan yg mewakili Kepala Dinas Kesehatan ini sangat penting di karenakan kualitas gizi calon pengantin baru berpengaruh pada angka stunting. dan di ingatkan, semakin buruk asupan gizi pada calon pengantin, memperburuk angka prevalensi stunting di Indonesia. survei status gizi balita pada 2019 di angka 27,6 persen dan diperkirakan pada 2021 bisa mencapai 32,5 persen. Ia menilai masa pranikah, hamil, pascamelahirkan, seribu hari pertama kehidupan dan balita, merupakan masa kritis yang berpengaruh pada stunting. 

"Penyebab tingginya stunting juga dikarenakan sebagian kelahiran bayi sudah dalam kondisi kekurangan gizi," 

DPPKB membutuhkan masukan agar status gizi calon pengantin baik dengan mengukur status gizi perempuan tiga bulan sebelum menikah.

"Masukan dari ahli gizi mengenai asupan gizi apa saja yang bisa diberikan menjadi penting".(adv/my)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.