Temukan Pemilik Rumah Makan dan Pecel Lele Langgar Aturan PPKM

PALEMBANG, SP - Sejak 9 Juli Pemerintah Kota Palembang mulai melakukan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang menemukan 30 pemilik usaha yang masih bandel. 

Setiap harinya petugas Satpol PP berpatroli memantau dan memberikan edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat. Namun masih ditemukan rumah makan dan warung pecel lele yang melanggar. 

Kabid Linmas Satpol PP Kota Palembang, Herison mengatakan, masih ada beberapa yang melanggar terutama pelaku usaha restoran, rumah makan dan warung pecel lele yang masih menyediakan makan di tempat.

Sementara berdasarkan Surat Edaran nomor 25/SE/Dinkes/2021 diantaranya menyatakan bahwa prlaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, cafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik berada di lokasi tersendiri ataupun pusat perbelanjaan/ mall dilaksanakan dengan pengetatan protokol kesehatan. 

"Melaksanakan makan/minum dengan kapasitas 25%, jam operasional sampai jam 5 sore, kemudian pesan antar atau bawa pulang sampai jam 8 malam. Bagi restoran yang hanya melayani pesan antar bisa 24 jam," katanya, Kamis (15/7/2021).

Sejak awal pemberlakuan, para petugas berpatroli ke semua titik. Petugas mendapati 30 pelaku usaha yang melanggar dan diberikan teguran secara tertulis. "Untuk jam operasional memang rata-rata sudah patuh tapi mereka masih menerima makan di tempat itu yang banyak kita temukan," katanya. 

Sementara itu Sektetaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, pihaknya memastikan petugas Satpol PP melakukan patroli dan pemberian edukasi kepada para pelaku usaha dengan sikap yang baik. 

"Meninjau langsung pemberlakuan PPKM dan memantau petugas Satpol PP agar tidak ada tidak kekerasan kepada pelaku usaha. Aksi pengamanan kepada pedagang, PKL, dan lainnya harus santun dan tidak boleh anarkis. Berkomunikasi dengan baik dan santun," katanya. (Ara).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.