20 Ribu Rapid Antigen Untuk Tracing Kasus Covid-19


PALEMBANG, SP -
Angka kasus Covid-19 terus melonjak. Dinas Kesehatan Kota Palembang pun telah menerima 20 ribu alat pengujian Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen untuk tracing ke orang yang memiliki kontak erat dengan terkonfirmasi Covid-19.

Plt Kadinkes Kota Palembang, dr Fauziah mengatakan, rapid antigen telah diterima dari Kemenkes akan digunakan untuk melacak kasus kontak erat ataupun masyarakat yang datang dengan gejala Covid-19. 

"Ini mudah-mudahan mengcover kebutuhan Kota Palembang melacak kasus yang suspek atau kontak erat. Nanti akan disebar ke puskesmas-puskesmas yang ada di Palembang sehingga kita lebih cepat mengetahui warga atau pasien yang bergejala Covid-19," katanya.

Kadinkes mengatakan, apalagi saat ini sesuai kebijakan Kemenkes bahwa RDT Antigen bisa digunakan untuk menegakkan diagnostic. Manakala hasil PCR baru keluar lebih dari 48 jam maka penegakkan diagnosticnya bisa menggunakan RDT Antigen. 

Saat tes Antigen hasilnya negatif dilakukan exit test dalam lima hari melalui RDT antigen kembali. "Mayoritas mereka yang bergejala perlu dilakukan pengecekan laboratorium," katanya. 

Untuk pengujian RDT Antigen sendiri tak bayar apabila memiliki kontak erat dan bergejala batuk, pilek, sulit menelan serta gejala mengarah Covid-19. "Tidak bayar untuk yang kontak erat," katanya.

Sementara, Hampir sepekan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Palembang. Perkembangan kasus covid-19 disebut Dinas Kesehatan masih fluktuatif. 

"Kasus Covid-19 cenderung fluktuatif meningkat. Namun belum bisa menyimpulkan hasil akhir karena masih ada waktu pelaksanaan PPKM hingga 2 Agustus 2021," katanya. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.