Mall Ditutup Ratusan Orang Palembang Kehilangan Pekerjaan

PALEMBANG, SP - Sejak Juli dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus perpanjang, operasional mall tetap sama yakni hanya sektor essential saja boleh buka. Hal ini menyebabkan banyaknya pengurangan pegawai dan tenant pun terancam gulung tikar karena terpaksa tutup. 

Sejak terapkannya PPKM, hanya sektor essential saja yang boleh buka, seperti apotek, supermarket, dan makan minum (hanya layanan takeaway/ tidak makan di tempat).

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Palembang Gordon Butar Butar mengatakan, terkait tutupnya mall sejak bulan lalu pihaknya pun telah menemui Walikota Palembang untuk mencari solusi. 

Namun sayangnya lantaran ini aturan dari pemerintah pusat melalui Inmendagri, sehingga walikota tidak dapat memenuhi keinginan para pengusaha agar operasional mall kembali buka walaupun dengan protokol kesehatan yang ketat. 

"Yang kami inginkan solusinya seperti apa, tapi karena ini aturan dari pusat dan jika kami melanggar walikota akan beberikan sanksi," katanya. 

Menurutnya, Apindo memahami aturan tersebut. Namun, kondisi ini semakin memprihatinkan lantaran banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan karena tenant tutup, dan tenant pun terancam tutup. 

"Mall tutup banyak dampaknya, tenaga kerja kehilangan pekerjaan dan tenant terancam tutup, pengusaha mall juga terancam," katanya. 

Gordon mengatakan, dengan ditutupnya mall malah memberikan kesan yang negatif terhadap psikologis banyak orang. Kondisi Covid-19 menjadi terlalu menakutkan.

"Walaupun PPKM berjalan tapi beri kelonggaran, misalnya bisa buka dengan prokes," katanya. 

Sementara untuk penerapan kartu vaksin sebagai syarat ke pusat perbelanjaan, tetapi Palembang belum layak menerapkan syarat ini. Karena masyarakat Palembang yang sudah vaksin baru 28-30%. Pihak mall pun keberatan jika hal ini diterapkan di Palembang.

Ketua Asosiasi Pusat Ritel Indonesia (Aprindo) Kota Palembang Co Ing mengatakan, kelonggaran yang diharapkan dari Pemerintah Kota Palembang menunggu perkembangan level PPKM. 

"Jika level menurun pada 23 Agustus nanti, kemungkinan kelonggaran akan diberikan kepada mall," katanya. 

Co Ing mengatakan, setelah beberapa kali perpanjangan PPKM, kondisi mall khususnya tenant-tenant sudah sangat susah dan tenaga kerja banyak mengalami pengurangan. 

"Kami sangat mengkhawatirkan tenaga kerja ini, nanti mereka malah sulit (dari sisi perekonomian)," katanya. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.