Tak Lengkap, Sidang Sengketa Lahan Kampus Universitas Bina Darma Ditunda

PALEMBANG, SP - Polemik panjang sengketa lahan antara kampus Universitas Bina Darma (UBD) Palembang dengan pihak yayasan akhirnya berunjung dimeja hijau. Hal itu, dikarenakan pihak dari Kampus UBD melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Senin (23/8/2021).

Dalam sidang dengan nomor perkara 174/Pdt.G/2021/PN Plg, pihak pemilik lahan yakni Suheriyatmono, Rifa Ariani serta Zainuddin Ismail dalam hal ini sebagai penggugat, diwakili oleh tim kuasa hukumnya hadir dipersidangan.

Akan tetapi, sidang yang seharusnya diagendakan pembacaan gugatan hanya dihadiri oleh pihak tergugat 1 dalam hal ini dihadiri oleh kuasa hukum Yayasan UBD, sementara tergugat 2 Sunda Ariana, tergugat 3 Linda Usriana, tergugat 4 Ferry Corly dan tergugat 5 Ade Kemala tidak hadir dalam persidangan.

Maka dari itu, majelis hakim PN Palembang yang  diketuai Efrata Heppi Tarigan SH MH, menunda persidangan dengan meminta agar para pihak yang berperkara untuk hadir didalam ruang sidang.

Kuasa hukum pihak pemilik lahan menceritakan dasar pengajuan gugatan ke pihak PN Palembang dikarenakan pemilik lahan sebelumnya adalah pengurus serta pendiri UBD.

"Dikarenakan saat ini klien kami telah keluar dari kepengurusan maka klien kami ini meminta kembali hak atas lahan di lingkungan kampus UBD tersebut," ujar Wahyudi SH kuasa hukum penggugat.

Dirinya berharap agar majelis hakim dapat mengabulkan permohonan gugatan yang diajukan oleh pihaknya.

Terpisah, pihak Yayasan UBD melalui kuasa hukumnya Fajri SH selaku tergugat 1 secara singkat mengatakan bahwa pihaknya hadir dalam sidang sebagai warga negara yang taat akan hukum.

"Untuk tanggapannya mengenai perkara tersebut, nanti saja tinggal tunggu pembuktian persidangan, karena ini kan baru awal sidang dan itu pun majelis minta semua tergugat dapat hadir dipersidangan selanjutnya," singkatnya (Ariel)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.