Lubuklinggau Tembus 82,69 Persen Vaksin Dosis Pertama


LUBUKLINGGAU, SP -
Dari 139.348 dosis yang diterima Pemerintah Kabupaten Lubuk Linggau per 12 Oktober 2021, sebanyak 115.220 atau 82,69 persen vaksin dosis pertama sudah disuntikkan.

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe dalam sambutannya mengatakan, semua pihak patut bersyukur karena pandemi Covid-19 saat Ini sudah berangsung-angsur menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Menurut Wako peran aktif pemerintah, TNI, Polri dan swasta dalam mensukseskan program vaksinasi terbukti efektif menurunkan angka penyebaran dan resiko penularan serta angka kematian akibat Covid-19.

Sampai 12 Oktober 2021, dari 139.348 jumlah dosis vaksin yang diterima Kota Lubuklinggau, telah disuntikkan sebanyak 115.220 atau 82,69 persen baik untuk dosis pertama, dosis kedua maupun booster untuk tenaga kesehatan (Nakes). 

“Dengan kondisi terkini inilah, pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-20 Kota Lubuklinggau ini, kami mengangkat tema, ‘Dengan semangat HUT ke-20 Kota Lubuklinggau, bersinergi dalam penanganan covid-19 untuk pemulihan  ekonomi menuju Lubuklinggau Kota Metropolis Madani,” ujar Prana Sohe Walikota Lubuk Linggau dalam sambutannya saat digelar rapat paripurna

istimewa dalam rangka peringatan Hari jadi Kota Lubuk Linggau tahun 2021 di gedung DPRD Kota Lubuk Linggau Kelurahan Petananang,Minggu,(17/10).

Ditengah pandemi yang sedang dihadapi, Kota Lubuklinggau tetap mencatatkan prestasi membanggakan. Hal ini diprakarsai oleh gagasan, ide dan semangat dari Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana, Batik Durian yang menjadi motif khas Lubuklinggau ikut ambil bagian dalam ajang peragaan busana kelas dunia, yakni Milan Fashion Week (MFW) bulan September lalu di Italia.

Bekerja sama dengan label busana Jenny Yohana Kansil (JYK) dan Sekolah Mode Instituto De Moda Burgo Indonesia (IMB) serta dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma, Batik Durian diharapkan menjadi pendukung diplomasi budaya Indonesia di Italia, khususnya dalam memperkenalkan wastra Indonesia.

Selain itu berkat dukungan berbagai pihak, khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Pemkot Lubuklinggau terus melaksanakan pembangunan di berbagai bidang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pemprov Sumsel membuktikan komitmennya dengan membantu Pemkot Lubuklinggau dalam kegiatan peningkatan jalan akses menuju objek wisata Petanang, peningkatan jalan Karengak, pembangunan embatan Irigasi Kelurahan Siring Agung, renovasi Gedung Olahraga Megang, dan berbagai kegiatan pembangunan lain baik yang sudah dilakukan maupun sedang dilakukan  di tahun 2021 ini.

“Dengan semangat Hari Jadi ke-20 ini, kami terus mengharapkan dukungan kongkrit dari seluruh komponen masyarakat yang ada di Kota Lubuklinggau, untuk bersama-sama membangun Lubuklinggau menjadi Kota Metropolis Madani,” imbuhnya.

Wako juga menginformasikan, Pemkot Lubuklinggau akan melaunching  sebuah portal aplikasi yang menghubungkan seluruh sumber daya teknologi  informasi dan komunikasi yang sudah dibangun agar  dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya, baik terhadap efektivitas jalannya pemerintahan maupun peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Selain itu, sambung wali kota karena pandemi Covid-19 dan perkembangan situasi di masyarakat, maka program Ayo Ngelong ke Lubuklinggau 22.2.22 direvisi menjadi Ayo Ngelong ke Lubuklinggau 23.3.23.  Program ini adalah harapan besar masyarakat dalam mengangkat nama Kota Lubuklinggau dengan segala keunggulannya di tingkat nasional maupun internasional, yang menjadi pusat kegiatan dari berbagai lapisan masyarakat, organisasi profesi, pemerintah dan pihak- pihak lain.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengapresiasi kerja keras wali kota dan jajaran dalam membangun Kota Lubuklinggau yang merupakan kota terbesar kedua di Sumsel setelah Kota Palembang.

"Kota Lubuklinggau, meskipun pendapatan tergantung dari jasa, tapi masih bisa eksis membangun dan melayani serta menjalankan pemerintahan yang sangat solid. Saya mengapresiasi kerja keras wali kota dan jajaran dalam membangun Kota Lubuklinggau," ungkap Gubernur.

Kota Lubuklinggau harus menjadi kota cerdas. Seperti aplikasi Silampari Smart City (SSC), menurut gubernur adalah sangat bermanfaat setiap saat.  

"Dari mulai RT, lurah, camat sampai walikota. Begitu juga aparat keamanan untuk mengetahui kondisi daerahnya. Pasti lebih banyak bermanfaat. Kita bersyukur, Kota Lubuklinggau paling jauh dengan Palembang namun tidak ketinggalan," jelasnya.

Gubernur juga mengapresiasi Pemkot Lubuklinggau dalam penanganan Covid yang pada awal pandemi nomor 1, namun mampu mengendalikannya.(Efran)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.