-->

Notification

×

Ratusan Anak di Palembang Alami Kekurangan Gizi

Monday, March 28, 2022 | 15:50 WIB Last Updated 2022-03-28T08:50:04Z


PALEMBANG, SP -
Kemiskinan menjadi masalah yang terus ada di Kota Palembang ini. Bahkan, jumlahnya meningkat dan ini berdampak pada masyarakat mengalami kekurangan gizi.


Akibat kekurangan gizi itu, lahir dan tumbuhlah anak dalam kondisi stunting. Stunting pada anak ditandai dengan tinggi badan yang di bawah rata-rata atau anak sangat pendek serta tubuhnya tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya dan berlangsung dalam waktu lama.


Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, kondisi anak yang tidak bertumbuh dengan baik dapat dilihat dari usia 0-5 tahun. Saat ini di Palembang kasus tertinggi ada di Kecamatan Ilir Timur Tiga.


"Pihak kelurahan dan kecamatan menyatakan akan kembali mendata agar mendapatkan data yang lebih akurat karena ini terdata dari tahun lalu," katanya, Senin (28/3/2022).


Fitri mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan, ada sebanyak 1,1 persen dari jumlah bayi/anak yang ada di Palembang sekitar 1000an.


"Jumlah ini terbilang banyak, harus didata lagi lebih banyak atau sudah berkurang," katanya.


Melihat dari faktor penyebab yang paling banyak dari stunting untuk kota Palembang ini disebabkan masalah sosial, seperti kemiskinan.


Saat di Palembang angka kemiskinan pun sangat tinggi, 11,34% dan naik dari tahun lalu. Karena kemiskinan, maka warga dipastikan akan kesulitan untuk mendapatkan asupan gizi yang cukup.


"Kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Kemenag/ KUA untuk memberikan informasi kepada calon pengantin soal stunting sebelum pernikahan," katanya.


Karena itu, untuk menanggulangi stunting pihaknya mengadakan Rapat koordinasi (Rakor) Stunting secara terpadu yang timnya sudah dibentuk dan disahkan oleh walikota. 


"Rapat ini kita melibatkan OPD terkait, termasuk kecamatan dan kelurahan, dan saya sendiri sebagai Ketua tim penanggulangan stunting Kota Palembang berupaya dari semua sektor, karena faktor nya juga beragam dan tidak bisa diselesaikan satu OPD saja," katanya. (Ara)















Popular Posts

×
Berita Terbaru Update