PALEMBANG,SP – Harga kebutuhan pokok (sembako) di Kota Palembang pada Senin (12/1/2026) terpantau mengalami fluktuasi. Meski demikian, sejumlah komoditas masih konsisten dijual dengan harga relatif tinggi, terutama bahan pangan sumber protein seperti ayam dan berbagai jenis ikan.
Izwatun, salah satu pedagang di Pasar KM 5 Palembang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi pada ayam, tetapi juga hampir seluruh jenis ikan yang memiliki kandungan protein tinggi.
“Sekarang bukan cuma ayam, ikan-ikan juga mulai naik pelan-pelan. Semua lauk berprotein terasa lebih mahal,” katanya.
Selain ikan kembung, harga ikan sarden dan tongkol juga terpantau mengalami kenaikan. Bahkan, ikan asin yang biasanya menjadi alternatif lauk murah ikut merangkak naik. Para pedagang menilai kenaikan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan, terutama dari pengelola dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Permintaan dari dapur MBG cukup besar, jadi stok cepat habis,” ujar salah satu pedagang.
Faktor cuaca juga dinilai turut memengaruhi kenaikan harga, khususnya untuk ikan asin. Proses pengasinan membutuhkan penjemuran dengan sinar matahari yang optimal, sementara kondisi udara di Palembang saat ini cenderung lembap.
Beberapa jenis ikan yang mengalami kenaikan di antaranya ikan sarden ukuran besar. Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp36 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram (kg), kini harganya menyentuh Rp40 ribu per kg. Sementara ikan kembung yang biasanya berada di angka Rp40 ribu per kg, kini mencapai Rp45 ribu per kg.
Peningkatan harga ikan tersebut dilaporkan terjadi merata di sejumlah pasar tradisional di Palembang. Pemerintah daerah melalui Disdag Palembang terus memantau perkembangan harga dan distribusi sembako guna menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.
Kepala Bidang Stabilitas dan Sarana Distribusi Dinas Perdagangan (Disdag) Palembang, Elsa Noviani, mengatakan salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah ikan kembung. Menurutnya, lonjakan harga tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem yang berdampak pada pasokan.
“Pasokan ikan kembung ke Palembang sebagian besar didatangkan dari luar daerah seperti Jawa. Saat ini distribusi terhambat akibat banjir di sejumlah wilayah serta antrean solar yang panjang bagi armada pengangkut,” ujar Elsa.
Ia menjelaskan, ikan kembung menjadi salah satu komoditas yang rutin dipantau karena merupakan lauk yang banyak dikonsumsi masyarakat secara nasional. Gangguan distribusi secara langsung memengaruhi ketersediaan barang di pasar tradisional Palembang. (Ara)
