PALEMBANG,SP – Pemerintah Kota Palembang terus menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan Palembang sebagai kota ramah disabilitas, khususnya pada sektor pelayanan kesehatan dan ruang publik. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, saat menerima audiensi Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi Sumatera Selatan di ruang Setda Kota Palembang, Selasa (13/1/2026).
Aprizal menegaskan bahwa komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang untuk mewujudkan Palembang Sehat dan ruang publik yang inklusif tercapai dengan baik, namun proses pembangunan terus berjalan dan menunjukkan progres positif.
“Pemkot Palembang berkomitmen penuh terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Seluruh pembangunan, terutama fasilitas pelayanan publik, wajib memperhatikan standar ramah disabilitas karena pembangunan kota ini adalah untuk semua warga,” ujar Aprizal.
Saat ini, kata Aprizal, sudah terdapat enam puskesmas ramah disabilitas di Kota Palembang. Tahun ini, Pemkot menargetkan peningkatan hingga 15 puskesmas ramah disabilitas dari total 42 puskesmas yang ada. Pihaknyanmendukung dan mengapresiasi
HWDI Sumsel karena selama satu tahun terakhir organisasi tersebut aktif membantu pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelayanan publik dan fasilitas kesehatan agar lebih inklusif.
Sementara itu, Ninik Handayani, Technical Assistant Mitra HWDI Sumsel, menyampaikan bahwa kolaborasi antara HWDI dan Dinas Kesehatan Palembang telah menghasilkan dampak nyata, termasuk pelibatan HWDI dalam pembangunan Puskesmas Ramah Disabilitas yang baru dilaunching di Puskesmas Basuki Rahmat.
“Kami melakukan audit sosial di enam puskesmas percontohan dan melihat perubahan signifikan, khususnya pada aksesibilitas infrastruktur yang mencapai 60 persen di Puskesmas Basuki Rahmat,” jelas Ninik.
Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti akses jalan dan trotoar yang belum sepenuhnya mendukung mobilitas penyandang disabilitas, serta layanan interaksi pasien yang masih perlu ditingkatkan.
HWDI berharap ke depan seluruh 42 puskesmas di Palembang dapat menjadi puskesmas ramah disabilitas, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga layanan mental dan psikososial agar penyandang disabilitas merasa nyaman dan dihargai.
Ketua HWDI Sumsel, Hikma Miliani, mengapresiasi respons cepat dan terbuka Pemkot Palembang serta Dinas Kesehatan dalam menindaklanjuti hasil audit sosial yang dilakukan selama setahun terakhir.
“Alhamdulillah, banyak perubahan nyata, mulai dari perbaikan toilet, akses kursi roda, hingga peningkatan kualitas pelayanan. Bahkan, dari awalnya hanya enam puskesmas, kini Dinkes menargetkan 42 puskesmas ramah disabilitas,” ungkap Hikma.
Ia juga menyoroti komitmen Dinas Kesehatan yang mendorong pelatihan interaksi bagi tenaga kesehatan terhadap lima ragam disabilitas, termasuk disabilitas fisik, sensorik, mental, dan intelektual.
Berkat progres cepat tersebut, Palembang dinilai sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik secara nasional dalam pemenuhan layanan kesehatan ramah disabilitas.
“Palembang dinilai sangat gesit dan progresif. Perubahannya cepat dan nyata. Ini membanggakan,” kata Hikma. (Ara)
