PALEMBANG,SP — Benteng Kuto Besak (BKB) hingga kini belum dapat dikunjungi lantaran proses revitalisasi masih berlangsung. Pemerintah Kota Palembang memastikan Agustus 2026 sudah bisa difungsikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Palembang, Muhammad Irman SSTP MSi, mengatakan bahwa pengerjaan konstruksi revitalisasi BKB ditargetkan selesai paling lambat pada Juli 2026.
“Insya Allah di bulan Agustus 2026 sudah bisa difungsikan, termasuk untuk pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Irman.
Ia menjelaskan, pada awal tahun 2026 ini revitalisasi BKB telah memasuki tahap kedua. Pada tahap ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian detail ornamen dan penyempurnaan kawasan.
Revitalisasi BKB nantinya akan menghadirkan alun-alun Kota Palembang dengan desain yang lebih luas dan menarik. Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat rekreasi sekaligus pusat aktivitas masyarakat, termasuk untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar.
Sementara itu, Wali Kota Palembang, Drs H Ratu Dewa MSi, sebelumnya menyampaikan bahwa pada tahap awal revitalisasi BKB telah dilakukan pekerjaan konstruksi utama. Untuk tahun 2026, pekerjaan difokuskan pada tahap finishing.
“Ada beberapa ruang yang saya minta untuk diratakan, seperti area panggung, namun belum seluruhnya selesai. Termasuk finishing di beberapa bagian lain yang masih harus disempurnakan,” kata Dewa.
Ia menambahkan, untuk menyempurnakan revitalisasi tersebut akan ada penambahan anggaran pada tahun 2026. Dengan progres yang telah berjalan, Dewa memperkirakan revitalisasi kawasan BKB dapat selesai sepenuhnya pada pertengahan tahun ini.
“Selesai artinya benar-benar clear dan sudah bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” tegasnya.
Diketahui, revitalisasi BKB dilakukan bersamaan dengan penataan Bundaran Air Mancur (BAM). Kedua ikon Kota Palembang tersebut didanai melalui Bantuan Gubernur (Bangub) senilai Rp14 miliar. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan dua ikon kebanggaan Palembang tersebut bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp14 miliar. (Ara)
