PALEMBANG,SP – Tingginya daya beli di Car Free Night (CFN) saat uji coba pada akhir pekan lalu disebut Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menunjukkan geliat ekonomi Kota Palembang masih tinggi di tengah geopolitik saat ini.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pariwisata, menyebut pertumbuhan ekonomi Palembang tetap menunjukkan tren positif di angka 5,60 persen.
Menurut Isnaini, capaian tersebut menandakan roda ekonomi daerah masih berada di jalur yang tepat. Meski demikian, ia tidak menampik adanya tekanan dari kondisi geopolitik global, khususnya konflik Iran–Amerika, yang berdampak pada kenaikan harga minyak, emas, serta barang impor dan berpengaruh terhadap ekonomi secara makro.
“Secara makro memang ada pengaruh, tetapi di tingkat lokal kita masih melihat geliat ekonomi yang cukup baik,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Salah satu indikatornya terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat pada kegiatan CFN. Lonjakan jumlah pengunjung dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ramainya aktivitas jual beli di CFN menunjukkan daya beli masyarakat Palembang masih kuat. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa konsumsi masyarakat tetap terjaga, yang merupakan salah satu indikator penting dalam pertumbuhan ekonomi.
Lebih lanjut, Isnaini menilai CFN telah menjadi ruang strategis bagi UMKM untuk berkembang. Hal ini terlihat dari banyaknya pelaku usaha yang mendaftar untuk berpartisipasi.
“Saat ini ada sekitar 240 hingga hampir 300 UMKM yang akan berpartisipasi. Pada saat uji coba, baru sekitar 70 persen yang terlibat karena keterbatasan fasilitas,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pemerintah saat ini tengah menggandeng pihak ketiga, termasuk provider seluler, guna memperkuat jaringan komunikasi di area CFN. Selain itu, dukungan fasilitas seperti tambahan tenda kuliner, kursi, pos keamanan, hingga tenda pelayanan terpadu juga terus diupayakan.
Dalam pelaksanaannya, para pelaku UMKM diwajibkan mengikuti sejumlah aturan, di antaranya menyediakan tempat sampah sendiri, tidak mencuci peralatan di lokasi guna menghindari limbah, menggunakan alat makan sekali pakai, memasang penerangan, serta mengutamakan penjualan makanan khas Palembang.
Dari sisi penataan, satu tenda akan diisi oleh dua hingga tiga pelaku UMKM. Saat ini tersedia sekitar 130 tenda, termasuk rencana tambahan 50 tenda dari Bank Indonesia, yang diharapkan mampu mengakomodasi lebih banyak pelaku usaha.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Palembang optimistis CFN tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan, khususnya bagi UMKM di tengah tantangan global. (Ara)
