PALEMBANG,SP – Pemerintah Kota Palembang terus memperluas jejaring kerja sama internasional dengan membuka peluang kolaborasi baru bersama Pemerintah Australia, khususnya di bidang lingkungan hidup, sanitasi, pendidikan, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Palembang Ratu Dewa dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, di Kantor Walikota Palembang, Rabu (8/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Ratu Dewa menyampaikan bahwa hubungan kerja sama antara Palembang dan Australia selama ini telah berjalan baik, salah satunya melalui dukungan pembangunan sistem sanitasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sei Selayur yang saat ini telah beroperasi dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurut Ratu Dewa, keberhasilan proyek tersebut menjadi dasar penting untuk melanjutkan kerja sama di sektor lain yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Palembang.
“Kerja sama dengan Australia sudah terjalin dengan baik, terutama melalui bantuan sanitasi IPAL Sei Selayur yang kini sudah beroperasi. Ke depan kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut karena Palembang masih membutuhkan dukungan dalam pembangunan ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Palembang saat ini tengah mendorong sejumlah program pembangunan berorientasi lingkungan, seperti pemanfaatan energi surya melalui solar cell, penguatan sistem pengelolaan sampah, hingga peningkatan layanan sanitasi perkotaan.
Menurutnya, Australia dinilai memiliki pengalaman dan teknologi yang dapat mendukung percepatan program tersebut di Palembang.
Ratu Dewa juga menilai kunjungan Dubes Australia menjadi momentum positif karena mendapat respon hangat terhadap arah pembangunan Kota Palembang, terlebih status Palembang sebagai salah satu kota tertua di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri dalam kerja sama internasional.
Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, menyampaikan apresiasinya atas perkembangan Kota Palembang yang dinilai sangat pesat dibanding kunjungannya beberapa dekade lalu.
“Saya sangat senang bisa datang untuk kedua kalinya ke Kota Palembang. Saya pernah datang sekitar 20 tahun lalu, dan sekarang perkembangan kota ini sangat pesat,” kata Brazier.
Ia menegaskan Australia ingin terus menjaga hubungan baik dengan Palembang dan membuka peluang kerja sama baru di berbagai bidang.
Menurut Brazier, salah satu bentuk kerja sama yang berpotensi dikembangkan adalah program beasiswa, pelatihan, dan pertukaran pelajar. Dalam waktu dekat, direncanakan empat mahasiswa dari Palembang akan mengikuti program pertukaran mahasiswa sebagai bagian dari inisiatif pendidikan antara kedua pihak.
Selain itu, pejabat di tingkat pemerintah kota juga berpeluang mengikuti pelatihan atau studi singkat di Australia untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah.
“Ke depan kami berharap kerja sama tetap berjalan, baik dengan pemerintah kota, provinsi, maupun nasional, termasuk di bidang infrastruktur dan sektor lainnya,” ujarnya.
Meski belum ditetapkan secara spesifik sektor prioritas berikutnya, kedua pihak sepakat bahwa komunikasi akan terus dilanjutkan untuk menjajaki program konkret yang dapat segera direalisasikan. (Ara)
