PALEMBANG,SP – Perumda Tirta Musi Palembang memastikan distribusi air bersih di kawasan Alang-Alang Lebar telah kembali normal setelah sebelumnya mengalami gangguan akibat kebocoran pipa yang terdampak proyek galian pemasangan U-ditch beton saluran air.
Gangguan terjadi setelah pipa distribusi berukuran 6 inci milik Perumda Tirta Musi terkena alat berat ekskavator saat pengerjaan proyek di kawasan Simpang 4 Jalan AMD, Kamis (21/5/2026). Akibat insiden tersebut, sekitar 9 ribu pelanggan sempat mengalami penghentian sementara aliran air selama proses perbaikan berlangsung.
Manager Unit Pelayanan Alang-Alang Lebar Perumda Tirta Musi, M. Nuridho, ST., mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan kebocoran di lokasi proyek.
“Pipa distribusi kami terkena galian ekskavator karena pihak proyek tidak mengetahui adanya jalur pipa air di area tersebut. Akibatnya pipa 6 inci mengalami kerusakan,” ujar Nuridho saat ditemui di lokasi kebocoran.
Ia menjelaskan, wilayah terdampak selama ini mendapat suplai air dari dua sumber pengaliran, yakni Perumnas Raya dan Asrama Haji. Karena titik kebocoran berada di area sekat distribusi, pengaliran dari kedua jalur tersebut harus dihentikan sementara untuk proses penanganan.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung mematikan aliran untuk mencegah kebocoran semakin besar. Dampaknya memang cukup luas karena wilayah ini disuplai dari dua sumber sekaligus,” katanya.
Menurutnya, proses perbaikan awal berlangsung selama 1x24 jam. Namun setelah dilakukan pengecekan lanjutan, petugas masih menemukan sisa kebocoran sehingga dilakukan perbaikan tambahan selama sekitar lima jam.
“Perbaikan awal sudah selesai, tetapi masih ditemukan titik bocor sehingga dilakukan penanganan ulang agar pengaliran benar-benar aman dan normal,” jelasnya.
Selain mengganggu pelayanan kepada pelanggan, kebocoran tersebut juga menyebabkan potensi kehilangan distribusi air dalam jumlah besar. Perumda Tirta Musi memperkirakan kehilangan air mencapai sekitar 10 ribu hingga 11 ribu meter kubik selama gangguan berlangsung.
“Jika dihitung dari rata-rata pemakaian pelanggan selama 24 jam, estimasi kehilangan air cukup besar dan saat ini masih dalam proses penghitungan,” ungkap Nuridho.
Pihak Perumda Tirta Musi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan distribusi air. Sebagai langkah antisipasi, perusahaan menyediakan bantuan suplai air bersih melalui mobil tangki dan tedmond bagi pelanggan yang membutuhkan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Untuk pelanggan yang memerlukan bantuan air bersih, kami siap melayani melalui call center,” katanya.
Saat ini, pengaliran air disebut telah kembali normal dan proses normalisasi distribusi diperkirakan berlangsung sekitar satu jam hingga seluruh pelanggan kembali menerima aliran secara optimal.
“Tahap normalisasi sedang berjalan dan hari ini pengaliran sudah kembali normal,” tegasnya.
Terkait kerusakan pipa akibat proyek pihak lain, Perumda Tirta Musi mengaku telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait mengenai tanggung jawab perbaikan dan kerugian yang ditimbulkan.
“Koordinasi sudah dilakukan dan sebagian besar tanggung jawab perbaikan telah ditangani pihak terkait,” tandasnya. (Ara)
