Notification

×

Tag Terpopuler

Menteri LH Pantau Proyek PSEL, Targetkan 1.000 Ton Sampah Rumah Tangga per Hari

Wednesday, May 06, 2026 | Wednesday, May 06, 2026 WIB Last Updated 2026-05-06T13:17:08Z


PALEMBANG,SP – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, meninjau pembangunan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) di kawasan Keramasan, Kertapati, Rabu (6/5/2026). 


Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan pentingnya pemenuhan pasokan sampah hingga 1.000 ton per hari guna mendukung operasional optimal fasilitas tersebut.


Proyek yang digarap oleh PT Indo Green Power (IGP) ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah di Palembang dan sekitarnya. Jumhur menyebut, jika suplai sampah belum mencukupi, diperlukan kolaborasi lintas daerah melalui skema aglomerasi.


“Kalau masih di bawah 1.000 ton, saya minta gubernur mengoordinasikan kabupaten tetangga, Banyuasin dan Ogan Ilir agar sampahnya bisa dikirim ke sini. Ini penting supaya operasionalnya maksimal,” ujar Jumhur.


Ia menambahkan, teknologi yang digunakan dalam PSEL tersebut telah terbukti di berbagai negara, meski masih tergolong baru di Indonesia. Dengan pengalaman perusahaan yang telah membangun puluhan fasilitas serupa, proyek ini dinilai memiliki prospek besar.


Selain itu, PSEL Keramasan juga diproyeksikan menyerap sekitar 150 tenaga kerja, dengan mayoritas 80 persen berasal dari warga lokal Palembang dan sebagiannya dari wilayah Sumsel lainnya. 


Namun, Jumhur mengingatkan pentingnya kesiapan armada pengangkut sampah agar tidak menimbulkan dampak negatif seperti bau di sepanjang jalur distribusi.


“Kita butuh tambahan armada Kompaktor. Saat ini masih terbatas, sehingga perlu dukungan berbagai pihak untuk menambah sekitar 50 unit,” katanya.


Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan bahwa progres pembangunan PSEL saat ini telah mencapai 83,2 persen. Ia menyebut kunjungan Menteri Lingkungan Hidup menjadi dorongan penting dalam percepatan penyelesaian proyek.


“Secara umum progres sudah 83,2 persen. Kita targetkan selesai pada 19 Oktober mendatang, dan rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden,” ujar Dewa.


Dewa juga menyoroti sejumlah catatan teknis, terutama terkait pengelolaan lindi serta sistem pengangkutan sampah dari sumber ke lokasi PSEL. Saat ini, Pemkot Palembang baru memiliki sekitar 10 armada Kompaktor, sehingga diperlukan tambahan hingga 50 unit.


Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya akan mengajukan dukungan ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Lingkungan Hidup, serta menggandeng sejumlah perusahaan BUMN melalui program CSR.


“Kita akan bersurat secara administratif ke Kementerian Keuangan, dan juga menggandeng BUMN seperti PTBA, Pusri, Pertamina, dan lainnya untuk membantu pengadaan armada,” jelasnya.


Lebih lanjut, Dewa mengungkapkan bahwa sejumlah daerah sekitar seperti Banyuasin, Ogan Ilir, dan OKI juga berpotensi menjalin kerja sama dalam pengangkutan sampah ke PSEL Keramasan. (Ara)

×
Berita Terbaru Update