PALEMBANG,SP – Pemerintah Kota Palembang mulai menjalankan program pengangkutan sampah berukuran besar secara gratis sebagai langkah konkret mengatasi persoalan genangan air akibat saluran tersumbat.
Program ini dijalankan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palembang dan menyasar sampah yang sulit ditangani melalui layanan rutin.
Walikota Palembang Ratu Dewa mengatakan, layanan pengangkutan sampah gratis ini termasuk untuk sampah-sampah besar agar tidak dibuang di sungai ataupun parit/ drainase.
"Contohnya kemarin kita temukan springbed, kursi, TV. Pengangkutan sampah ini sudah berjalan dan disiapkan nomor call centernya, gratis tidak ada biaya," katanya, Jumat (1/5/2026).
Kata Ratu Dewa, pengangkutan sampah gratis ini dilakukan setiap hari Minggu. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah disiapkan armada pengangkutan. Dengan layanan ini diharapkan mengurangi volume sampah yang dibuang masyarakat ke sungai ataupun drainase.
"Nantinya setelah menelpon nomor yang ditetapkan masyarakat harus sudah menyiapkan sampah yang akan diangkut," katanya.
Kepala DLH Palembang, Akhmad Mustain, mengatakan pengangkutan sampah besar dijadwalkan setiap hari Minggu. Penentuan waktu tersebut disesuaikan dengan kapasitas armada yang tersedia, sehingga diperlukan pengaturan agar layanan tetap optimal.
Meski demikian, pelaksanaan di lapangan bersifat fleksibel. Tingginya laporan dari masyarakat membuat DLHK tidak terpaku pada jadwal akhir pekan saja. Sejumlah titik yang dilaporkan warga bahkan telah lebih dulu ditangani, terutama jika berada di jalur operasional armada pengangkut sampah harian.
“Karena banyaknya permintaan yang masuk, beberapa lokasi sudah kami tangani lebih cepat, apalagi jika dilalui armada rutin,” ujar Mustain.
Untuk memudahkan akses layanan, DLHK telah menyosialisasikan program ini melalui berbagai media, termasuk flyer. Warga yang ingin melaporkan sampah berukuran besar cukup mengirimkan foto dan lokasi melalui WhatsApp ke nomor pengaduan yang telah disediakan.
Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu oleh petugas untuk memastikan kategori sampah yang diajukan memang memerlukan penanganan khusus. Jika memenuhi kriteria, tim DLHK akan segera menjadwalkan pengangkutan.
Program ini juga merupakan tindak lanjut dari temuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di lapangan, yang menunjukkan bahwa sampah berukuran besar menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran air menuju Sungai Musi.
“Harapannya, dengan pengangkutan sampah besar ini, titik-titik genangan air akibat luapan anak sungai bisa berkurang,” jelas Mustain.
Masyarakat dapat melaporkan sampah besar melalui WhatsApp di nomor 0811-7422-001. Layanan ini tidak dipungut biaya, dan dalam kondisi tertentu, pengangkutan bisa dilakukan lebih cepat dari jadwal jika lokasi berada di rute armada. (Ara)
