Notification

×

Tag Terpopuler

Sering Tidak Akurat, Jam Analog Ampera Bakal Diturunkan

Thursday, May 07, 2026 | Thursday, May 07, 2026 WIB Last Updated 2026-05-07T12:22:22Z


PALEMBANG,SP – Wali Kota Palembang Ratu Dewa memastikan jam analog yang terpasang di Jembatan Ampera akan segera dicopot sementara waktu lantaran sering bermasalah.


Keputusan tersebut diambil setelah mendapat persetujuan dari Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).


Langkah itu dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kondisi jam Ampera yang kerap tidak menunjukkan waktu secara akurat.


“Saya minta dicopot dulu jam itu, dan sudah disetujui, sambil kita carikan solusi terbaiknya,” ujar Ratu Dewa, Kamis (7/5/2026).


Menurut Dewa, pencopotan jam analog tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap ikon Kota Palembang yang selama ini menjadi sorotan masyarakat dan wisatawan.


Ia mengapresiasi respons cepat Gubernur Sumsel dalam mendukung penanganan persoalan jam di Jembatan Ampera yang menjadi salah satu simbol kebanggaan warga Palembang.


“Pak Gubernur cukup responsif terkait kewenangan ini, termasuk persoalan jam Ampera,” katanya.


Selain pencopotan sementara, Pemkot Palembang juga tengah membahas sejumlah opsi perbaikan bersama pihak BBPJN. Salah satu alternatif yang dibicarakan adalah melibatkan pihak ketiga agar sistem penunjuk waktu di Jembatan Ampera dapat kembali berfungsi normal dan akurat.


“Saya sudah sampaikan ke satker BBPJN, opsi pertama silakan diperbaiki supaya kembali tepat waktu, bisa juga melibatkan pihak ketiga. Kalau memang sulit, opsi kedua lebih baik dicopot saja,” tegas Dewa.


Tak hanya itu, Pemkot Palembang juga membuka kemungkinan melakukan penyesuaian desain aksesori pada Jembatan Ampera apabila perbaikan jam belum menemukan solusi permanen. Namun, perubahan tersebut tetap akan mempertahankan unsur budaya dan ciri khas lokal Palembang.


“Kalau nanti belum ada tindak lanjut yang maksimal, bisa saja ada perubahan aksesori di Ampera, tapi tetap mengedepankan etnik khas daerah,” ujarnya.


Dewa menjelaskan, kerusakan jam analog selama ini dipicu persoalan kelistrikan, terutama tegangan listrik yang tidak stabil sehingga memengaruhi kinerja perangkat jam.


Ia menyebut pihak PLN wilayah Sumsel telah diminta turun langsung melakukan pengecekan guna memastikan sumber permasalahan dapat segera diatasi.


“Masalah utamanya ada pada listrik dengan tegangan yang naik turun. Dirut PLN Sumsel juga sudah diminta untuk mengecek langsung ke lapangan,” jelasnya. (Ara)

×
Berita Terbaru Update