PALEMBANG,SP – Pemerintah Kota Palembang mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara virtual melalui video conference (Vidcon) di Lawang Jabo Command Center, Jalan Merdeka No. 1 Palembang, Senin (20/7/2026).
Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si., dan dihadiri Direktur Bappenas Brigjen Pol. Hermawan, S.I.K., serta diikuti seluruh pemerintah daerah di Indonesia.
Pemerintah Kota Palembang diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Investasi Setda Kota Palembang, Reza Pahlevi. Melalui rakor tersebut, pemerintah pusat melakukan evaluasi perkembangan pengendalian inflasi di daerah sekaligus memperkuat sinergi pemerintah daerah dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.
Dalam pembahasan pengendalian inflasi, pemerintah menekankan pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok penting (bapokting). Berbagai strategi terus diperkuat melalui pengawasan distribusi pangan, inspeksi di gudang, pasar tradisional, hingga ritel modern guna memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) antar daerah. Pada 18 Juli 2026, pengawasan dilakukan terhadap distribusi gula konsumsi di Terminal Mobar, Aceh Besar. Sebanyak 116 ton gula yang melibatkan lima off-taker didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Provinsi Aceh dan wilayah sekitarnya.
Satgas Pangan juga terus meningkatkan pengawasan terhadap rantai distribusi pangan. Selama periode 10 hingga 17 Juli 2026, inspeksi dilaksanakan di 3.680 titik yang meliputi 2.421 pedagang atau pengecer, 613 ritel modern, 416 grosir atau toko besar, serta 139 distributor. Langkah tersebut bertujuan memastikan stok pangan tetap tersedia, harga terkendali, serta mencegah praktik penimbunan maupun pelanggaran distribusi.
Rapat koordinasi juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional. Pemerintah mendorong optimalisasi distribusi komoditas dari daerah surplus ke daerah defisit melalui mekanisme kerja sama antardaerah maupun business to business (B to B), sehingga pasokan dapat lebih merata.
Selain itu, pemerintah merekomendasikan pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah secara berkelanjutan, khususnya di daerah yang mengalami kenaikan harga komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun wilayah yang mengalami gejolak harga pangan.
Dalam aspek pengawasan kualitas, pemerintah menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) pada penyaluran bantuan pangan agar komoditas yang diterima masyarakat tetap terjamin kualitasnya dan tidak tercampur dengan bahan lain yang dapat menurunkan mutu.
Rakor turut merekomendasikan revisi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 42 Tahun 2012 mengenai tindakan karantina tumbuhan, terutama terkait pemasukan komoditas pangan ke wilayah Indonesia. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemerintah juga mengusulkan penambahan pintu masuk komoditas pangan impor seperti bawang putih, kedelai, daging sapi, dan daging kerbau melalui pelabuhan selain empat pelabuhan utama. Optimalisasi Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar dinilai dapat memangkas biaya distribusi serta mempercepat pasokan menuju kawasan Indonesia bagian timur dan tengah.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi bawang putih di daerah sentra melalui perluasan lahan tanam sebagai bagian dari target mewujudkan swasembada bawang putih pada tahun 2028.
Melalui keikutsertaan dalam rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Palembang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas inflasi daerah, memperkuat ketahanan pangan, serta menyukseskan Program 3 Juta Rumah melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. (Ara)
