Notification

×

Tag Terpopuler

Door to Door, Polisi Bangun Benteng Dini Cegah Karhutla di Pagar Alam

Wednesday, September 09, 2026 | Wednesday, September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T06:10:49Z


PAGAR ALAM,SP – Mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak harus menunggu api berkobar. Di Kota Pagar Alam, upaya pencegahan dibangun dari lingkungan masyarakat melalui pendekatan langsung dan komunikasi bersama.


Hal itu dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bangun Rejo Polres Pagar Alam dengan menyambangi rumah-rumah warga di wilayah binaannya, Minggu (6/9/2026).


Kegiatan door to door tersebut tidak hanya menjadi sarana memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga dimanfaatkan untuk membangun kesadaran warga mengenai pentingnya mencegah Karhutla sejak dini.


Di tengah aktivitas masyarakat, Bhabinkamtibmas berdialog langsung dengan warga. Polisi mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta tidak bersikap pasif apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.


Warga juga diingatkan agar segera berkomunikasi dengan kepolisian apabila menemukan permasalahan maupun potensi gangguan keamanan. Komunikasi cepat dinilai penting lantaran masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan kondisi lingkungan sehari-hari.


Tak kalah penting, Bhabinkamtibmas menyampaikan sosialisasi Maklumat tentang Pencegahan Karhutla. Warga diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.


Sebab, pembakaran lahan yang tidak terkendali dapat dengan cepat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Dampaknya tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat.


Karena itu, masyarakat diminta menjadi mata dan telinga di lingkungan masing-masing. Apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, warga diharapkan segera melapor kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.


Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat hanya mengandalkan aparat kepolisian.


“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas dan memiliki kepedulian terhadap pencegahan Karhutla. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Adam.


Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara polisi dan warga sekaligus membuka jalur komunikasi yang lebih cepat.


Dengan komunikasi yang terjalin baik, potensi gangguan keamanan maupun ancaman Karhutla dapat diketahui sejak awal sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan sebelum persoalan berkembang lebih besar.


Pendekatan dari rumah ke rumah juga menunjukkan bahwa menjaga Kamtibmas bukan semata-mata persoalan patroli dan penindakan. Upaya preventif melalui edukasi, komunikasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat memiliki peran yang tidak kalah penting.


Di Kelurahan Bangun Rejo, pesan tersebut disampaikan secara langsung kepada warga: keamanan lingkungan dan pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Polisi hadir untuk mengingatkan dan mendorong kewaspadaan, sedangkan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendeteksi serta mencegah potensi gangguan sejak dini.


Selama kegiatan sambang berlangsung, situasi di wilayah Kelurahan Bangun Rejo terpantau aman, kondusif, dan terkendali. (***)

×
Berita Terbaru Update