Notification

×

Tag Terpopuler

Palembang Dilanda Kemarau dan Kabut Asap, Ratu Dewa Ajak Warga Bermunajat

Wednesday, September 09, 2026 | Wednesday, September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T06:03:25Z

 


PALEMBANG,SP – Kemarau panjang yang melanda Kota Palembang turut memperburuk kondisi kualitas udara. Kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi persoalan yang mendapat perhatian serius pemerintah dan masyarakat.


Di tengah kondisi tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengajak masyarakat tidak hanya bermunajat agar hujan segera turun, tetapi juga bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran yang dapat memperparah kabut asap.


Ajakan itu disampaikan Ratu Dewa saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1488 H bersama masyarakat Kelurahan Lebong Gajah, Kecamatan Sematang Borang, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jalan Musi Raya, Selasa malam (8/9/2026).


Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus bermunajat bersama agar Kota Palembang segera diguyur hujan setelah dilanda kemarau panjang.


“Pada acara ini, kita bersama Habib Amak Shahab telah bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diturunkan hujan, mengingat sudah lama hujan tidak turun,” kata Ratu Dewa.


Menurut Dewa, kondisi kemarau panjang tidak hanya menyebabkan kekeringan, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Asap dari kebakaran lahan kemudian berdampak terhadap kualitas udara yang dirasakan masyarakat.


Karena itu, ia meminta kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk ikut mencegah terjadinya kebakaran dan menjaga lingkungan di tengah kondisi cuaca yang kering.


“Di tengah kemarau panjang ini, kita juga menghadapi persoalan asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga alam agar tidak dirusak,” ujarnya.


Ratu Dewa mengajak masyarakat bersama TNI dan Polri meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya selama kondisi kemarau masih berlangsung.


“Pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat harus bersatu dalam menjaga lingkungan,” tegasnya.


Selain bermunajat agar hujan segera turun, masyarakat yang hadir juga mendoakan saudara-saudara yang mengalami musibah akibat erupsi Gunung Anak Krakatau agar diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan.


Ratu Dewa menegaskan, persoalan lingkungan dan kabut asap tidak dapat ditangani pemerintah seorang diri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh lapisan masyarakat.


“Sinergi pemerintah, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim, dan seluruh elemen masyarakat harus terus kita perkuat untuk mewujudkan Palembang yang religius, harmonis, dan penuh semangat gotong royong,” pungkasnya. (Ara)

×
Berita Terbaru Update