Notification

×

Tag Terpopuler

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Berlanjut, Insan Pers Sumsel Gelar Doa Bersama

Tuesday, September 15, 2026 | Tuesday, September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T15:18:58Z


PALEMBANG,SP – Harap cemas masih dirasakan keluarga dan rekan-rekan lima jurnalis serta tiga awak kapal (ABK) yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.


Memasuki hari kedelapan pencarian, Selasa (15/9/2026), keberadaan delapan orang tersebut masih belum diketahui. Tim SAR gabungan sebelumnya terus memperluas area pencarian untuk menemukan speedboat yang mereka tumpangi.


Solidaritas untuk delapan orang yang masih dalam pencarian ditunjukkan jurnalis di Sumatera Selatan. Forum Jurnalis Sumatera Selatan bersama PWI, AJI, PFI, AMSI, SMSI, JMSI, JO Sriwijaya, PRSNI, dan AMKI menggelar doa bersama di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang.


Doa dipanjatkan agar proses pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh korban dapat kembali ke keluarga dalam keadaan selamat.


Ketua AMSI Sumsel sekaligus inisiator kegiatan, Ardhy Fitriansyah, mengatakan peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi perusahaan media untuk mengevaluasi standar keselamatan jurnalis, khususnya ketika bertugas di wilayah rawan bencana.


“Kami sangat berduka. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa kecepatan dan eksklusivitas berita tidak boleh melampaui keselamatan jiwa. Berita terbaik tetap harus mengutamakan jurnalisnya pulang dengan selamat,” tegas Ardhy.


Ardhy mengatakan perusahaan media perlu memastikan jurnalis yang ditugaskan ke wilayah berisiko memiliki perlengkapan keselamatan yang memadai.


Selain itu, jurnalis juga perlu dibekali sistem komunikasi darurat dan perlindungan asuransi serta didampingi pemandu lokal yang kompeten.


“Jangan pernah kirim jurnalis sendirian ke zona merah erupsi. Perusahaan media wajib hadir melindungi. Kami juga membuka posko pendampingan untuk keluarga para jurnalis yang hilang,” ujarnya.


Pentingnya keselamatan jurnalis saat meliput bencana sebelumnya juga disampaikan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). KPI menekankan agar jurnalis tetap mengutamakan keselamatan jiwa ketika menjalankan tugas di wilayah berisiko.


Ketua AJI Palembang, R.M. Resha A. Usman, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk duka dan solidaritas seluruh insan pers di Sumsel.


“Ini kesedihan kita semua. Mereka hilang saat menjalankan tugas jurnalistik, tugas mulia untuk publik. Kami di sini mendoakan agar mereka bisa kembali dengan selamat,” kata Resha.


Ia juga mengingatkan pentingnya budaya saling menjaga antarsesama jurnalis, terutama ketika melakukan peliputan di wilayah rawan bencana.


Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memberi tahu rekan mengenai lokasi dan rute peliputan dapat membantu proses pertolongan jika terjadi kondisi darurat.


“Saling jaga. Kalau mau berangkat ke lokasi bencana atau tempat yang berpotensi bahaya, wajib lapor ke rekan-rekan. Supaya kalau terjadi apa-apa, kita bisa cepat minta pertolongan,” ujarnya.


Delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis dan tiga orang yang berada dalam rombongan kapal.


Lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.


Sementara tiga lainnya adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu atau guide.


Rombongan tersebut sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan. Mereka kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.


Jurnalis senior Sumsel, Oktaf Riyadi, menegaskan keselamatan harus menjadi pertimbangan utama, baik bagi jurnalis di lapangan maupun pimpinan redaksi.


“Pimpinan juga harus melihat, ini bahaya atau tidak kalau kita kirim wartawan kita. Itu harus dipertimbangkan. Walaupun kita ingin berita yang terbaik, keselamatan tetap nomor satu,” pungkasnya. (Ara)

×
Berita Terbaru Update