Notification

×

Tag Terpopuler

Angka Kemiskinan Palembang Turun Jadi 8,35 Persen, Berkurang 0,69 Poin dalam Setahun

Saturday, October 17, 2026 | Saturday, October 17, 2026 WIB Last Updated 2026-10-17T08:22:14Z

 


PALEMBANG,SP – Angka kemiskinan di Kota Palembang menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, persentase penduduk miskin di Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan itu turun menjadi 8,35 persen, dibandingkan 9,04 persen pada Maret 2025.


Penurunan sebesar 0,69 poin persentase tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Palembang.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang, Kemas Haikal, mengatakan capaian tersebut berdasarkan data resmi BPS Kota Palembang.


“Alhamdulillah, berdasarkan data resmi BPS Kota Palembang per Maret 2026, persentase penduduk miskin Kota Palembang turun menjadi 8,35 persen. Ini turun 0,69 poin dibandingkan Maret 2025 yang masih di angka 9,04 persen,” ujar Kemas Haikal, Sabtu (17/10/2026).


Selain penurunan persentase penduduk miskin, Palembang juga mencatat perbaikan pada indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan.


Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun 0,18 poin menjadi 1,22 pada Maret 2026. Penurunan ini menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan.


Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun 0,05 poin menjadi 0,27. Angka tersebut menunjukkan berkurangnya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.


Menurut Haikal, perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator perbaikan kondisi kemiskinan di Palembang.


“Ini bukti bahwa program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Pemerintah Kota Palembang bersama seluruh stakeholder berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.


Berdasarkan data perbandingan kabupaten dan kota di Sumatera Selatan yang disampaikan Diskominfo, persentase kemiskinan Palembang sebesar 8,35 persen menempatkan kota ini di posisi ketiga terendah di Sumsel, setelah Kota Pagar Alam sebesar 7,12 persen dan Kabupaten Banyuasin sebesar 8,28 persen.


Penurunan angka kemiskinan ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui penguatan program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta perluasan kesempatan kerja.


Dengan demikian, penurunan kemiskinan tidak hanya tercermin dalam statistik, tetapi juga dapat dirasakan melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat Palembang secara berkelanjutan.


Berikut perbandingan persentase penduduk miskin kabupaten dan kota di Sumatera Selatan:


No. Kabupaten/Kota 2025 2026

1 Ogan Komering Ulu (OKU) 10,08% 9,48%

2 Ogan Komering Ilir (OKI) 11,84% 11,48%

3 Muara Enim 9,45% 8,98%

4 Lahat 11,63% 11,04%

5 Musi Rawas 12,68% 12,59%

6 Musi Banyuasin 9,97% 9,07%

7 Banyuasin 8,48% 8,28%

8 Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) 9,17% 8,89%

9 Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) 8,86% 8,55%

10 Ogan Ilir 11,69% 11,01%

11 Empat Lawang 10,48% 10,29%

12 Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 9,26% 8,86%

13 Musi Rawas Utara (Muratara) 15,25% 11,70%

14 Kota Palembang 9,04% 8,35%

15 Kota Prabumulih 9,75% 9,37%

16 Kota Pagar Alam 7,70% 7,12%

Data tersebut memperlihatkan bahwa Kota Pagar Alam masih menjadi daerah dengan persentase kemiskinan terendah di antara kabupaten dan kota yang tercantum, disusul Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang. (Ara)

×
Berita Terbaru Update