Notification

×

Tag Terpopuler

Porprov Prabumulih, KONI Palembang Hanya Kirim Atlet Berpotensi Medali

Tuesday, August 27, 2019 | 16:07 WIB Last Updated 2019-08-27T09:07:48Z
Rapat Kordinasi Pengurus KONI Palembang bersama Pengurus Cabang Olahraga jelang Porprov XII Prabumulih (foto/Al Fatih)

- Porprov XII di Prabumulih

PALEMBANG, SPJelang multievent Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII di Kota Prabumulih 2019 mendatang, Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palembang terus memastikan kesiapan.

Benar saja, guna memastikan kekuatan dan pemetaan atlet, Pengurus KONI Palembang menggelar Rapat Kordinasi bersama Pengurus Cabang Olahraga di Sekretariat KONI Palembang, Selasa (27/8).

Rapat Kordinasi dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Palembang Ir Suparman Romans, Ketua Harian Wliyuddin Asral, Wakil Ketua Sudirman, Wakil Bendahara Surya Rachman dan pengurus cabor serta pelatih. 

"Kami himbau agar Pengurus Cabang Olahraga untuk segera mengirimkan nama atlet yang benar-benar diprediksi dapat medali di Porprov,"ujar Wakil Ketua KONI Palembang Bidang Pembinaan Prestasi Sudirman.

Selain segera mengirimkan nama atlet, pengurus cabor diminta mengirimkan kelas atau nomor pertandingan yang akan diikutikan dari 30 cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov Prabumulih. 

"Contoh renang misalnya, jika yang diprediksi dapat medali hanya 5 orang, kirim 5 orang saja, jangan 10 orang. Kecuali jika ke 10 nya diprediksi medali,"jelasnya. 

Sementara itu dikatakan Ketua Umum KONI Palembang Ir Suparman Romans mengatakan bahwa sesuai dengan komitmen awal bahwa Palembang tetap menargetkan juara umum. Sebagaimana 10 kali juara umum pada 11 kali Porprov yang digelar sebelumnya. 

"Artinya KONI sangat bergengtung penuh dengan cabor-cabor yang akan bertanding nanti. Oleh karena itu teman-teman cabang olahraga bisa memberikan informasi sejelas-jelasnya tentang kondisi atlet untuk pemetaan,"ujarnya. 

Dia menambahkan bahwa sesuai dengan regulasi KONI Sumsel bahwa Porprov musim ini temanya adalah Porprov Pembinaan. Pasalnya, multievent ini menjadi ajang pembentukan atlet lapis kedua yang akan menggantikan atlet senior.

"Dan kami tegaskan bahwa kita akan mengawal jika ada hal-hal pertandingan yang dinilai tak sesuai regulasi atau merugikan atlet-atlet kita,"pungkasnya. (Al Fatih) 

×
Berita Terbaru Update