![]() |
LAHAT, SP - Meski hasil panen petani terjadi peningkatan, keluhan akan hama, biaya produksi, pupuk, pestesida dan transfortasi masih menjadi keluhan bagi petani petani di Kabupaten Lahat khususnya di wilayah kecamatan Kikim Selatan (Kimsel). Hal tersebut di sampaikan Ketua kelompok Tani Harapan Maju Desa Pagar Jati Kecamatan Kimsel Sutanto pada acara silaturahmi Bupati dan Wakil Bupati Lahat dalam rangka panen padi bersama Kamis (12/9).
"Sempat mengalami kegagalan panen akibat serang hama wereng akibat kurangnya pengetahuan kita akan jenis penanggulangan dan pestisida yang harus dipakai," kelunya.
Minta kepada Pemkab Lahat untuk dapat memberikan penyulahan pada petani mengentaskan keluhan khususnya pada penanggulangan serang hama dan tingginya harga pupuk saat ini. "Sangat penting penyuluhan bagi kami dalam mengentaskan keluhan yang di hadapi dari pemerintah guna meningkatkan hasil produksi seperti saat ini," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala dinas Pertanian dan Holkultura Pemkab Lahat Ir Agustia Budiman mengatakan telah terjadi perbaikan dan peningkatan hasil panen padi pada petani di Kabupaten Lahat melalui penyaluran bantuan baik berbentuk bibit, pupuk, pestisida dan perlatan pertanian di setiap kelompok tani.
"Lahat mempunyai luas pertanian 17115 hektar. Tahun ini mendpatan batuan bibit benih padi untuk 100.00 hektar, 250 ton pupuk bersubsidi, Pestisida dan peralatan pertanian yang dapat mpermudah dan membantu petani dari proses penggarapan, penanaman dan penanen kesemunya APBN," tegasnya.
Semantara Bupati Lahat Cik Ujang SH. Usai panen bersama mengatakan kesejahteraan itu di mulai dari desa khususunya pada petani yang dapat menghilangkan kebiasaan ketergantungan pada orang. "Dari 288 hektar bisa menghasilkan 2000 ton lebih gabah kering lima kali panen dalam dua tahun. Tentu untuk kebutuhan 600 KK di Desa Pagar Jati Surplus cukup banyak dan dapan membantu daerah-daerah lain," ungkapnya.
Di sisi lain ia juga menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Lahat yang mempunyai lahan 2000-2500 hektar siap dicetak menjadi lahan pesawahan segera usulkan proposal ke Pemkab Lahat.
"Ini hasil komunikasi dengan pihak kementerian pertanian. Mereka siap membantu pencetakan lahan pertanian dengan catatan tidak ada ganti rugi lahan",Pungkasnya. (KH.Helmi)
