![]() |
PALEMBANG, SP - Energi fosil yang akan habis suatu saat nanti, Pemerintah Kota Palembang akan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos). Hal ini sebagai bentuk Palembang kota green city.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi mengatakan, saat ini pemkot sedang menjajaki tahap pertama untuk PLTS diawali dengan pendataan OPD, fasum dan fasos mana saja yang akan dipasang fasilitas PLTS.
"Energo fosil seperti batubara akan habis maka dengan energi surta ini untuk mengurangi emisi rumah kaca dan konsep green city selain itu juga akan mengurangi biaya operasional energi listrik," ujarnya usai Rapat Rencana Pembangunan PLTS, Seni (2/9/2019).
Dengan adanya alokasi anggaran APBN untuk PLTS ini diketahui Walikota Palembang Harnojoyo menandatangani kesepahaman terkait Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sukawinatan antara Pemkot Palembang dan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM RI beberapa waktu lalu di Jakarta.
"Saat itu dijelaskan serta ditawarkan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Diharapkan melalui PLTS ini akan mampu menekan biaya listrik untuk OPD. Selain itu juga utuk menekan emisi efek rumah kaca untuk menuju green citiy," ujarnya.
Sehingga, tambahnya, saat ini pihaknya sedang mendata untuk usulan fasilitas PLTS dibangun dimana saja dan anggarannya. "Anggarannya dari pusat itu banyak sekitar Rp10 triliun untuk Indonesia, setiap daerah mungkin miliaran," katanya.
Sekda Kota Palembang Ratu Dewa, meminta OPD dan camat untuk segera membuat draft usulan di tiap OPD dan kecamatan untuk mendapat PLTS tersebut. Menurutnya, usulan tersebut dapat berupa kebutuhan listrik kantor, fasum dan fasos.
"Terkait fasum dan fasos yang diusulkan untuk PLTS, harus dipastikan dulu status aset tersebut. Hari ini kita sharing sebagai persiapan usulan PLTS ini, akan kita kumpulkan usulan tersebut untuk dirapatkan kembali agar segera dapat diusulkan di tingkat pusat," ujarnya. (Ara)
