![]() |
- Beri Bibit Padi dan Jagung
PALEMBANG, SP - Untuk memupuk semangat para petani agar tidak menjual lahan pertaniannya kepada para developer, Pemerintah Kota Palembang memberikan bantuan bibit padi 17 ton pada akhir pekan ini. Hal ini lantaran semakin mengikisnya potensi sawah yang ada di Kota Palembang.
Kepala Dinas Pertanian Kota Palembang, Sayuti mengatakan, lahan potensi pertanian dari sebelumnya 5.000 hektar tahun ini tersesa 4.070 hektar. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memberikan larangan keras alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan pembangunan perumahan.
"Terutama di kawasan pertanian Palembang yang ada di empat kecamatan, Kecamatan Gandus, Kalidoni, Palju dan Kertapati. Diharapkan petani tetap konsisten terhadap pertanian dan pemerintah siap mendukung," katanya, Rabu (16/10/2019).
Sayuti mengatakan, lantaran semakin banyaknya lahan pertanian yang tergerus oleh maraknya pengembangan perumahan, petani kerap kali diberikan bantuan bibit dan peralatan pertanian. "Sabtu ini akan ada bantuan padi dari pemerintah pusat melalui pemkot berupa bibit padi 17 ton untuk 436 hektar sawah. Sebelumnya bibit jagung untuk 50 hektar lahan," katanya.
Padi tersebut akan ditanam pada musim taman kedua di bulan ini. Saat ini petani sedang mempersiapkan lahan menggunakan mesin traktor. Nantinya pola penanaman dengan tabur benih langsung. "Potensi produksi gabah kering pada tanam kedua ini perhektar 5-6 ton atau sekitar 25 ton seluruhnya," ujarnya.
Tanam dua kali yang dilakukan dalam satu tahun ini untuk memaksimalkan hasil panen para petani. Sawah yang akan ditanami dua kali ini daerah Gandus, Kertapati dan Kalidoni. Diakuinya karena Sungai Musi yang sudah surut cukup jauh berdampak pada anak sungai yang juga ikut surut.
"Kita berikan bantuan pompanisasi untuk lahan yang sangat kekurangan air dan meminjamkan traktor jika petani kekurangan alat," katanya.
Menurutnya, meski ada dalam aturan 41/2009 tentang perlindungan lahan pertanian, pihaknya tidak bisa mengambil tindakan terutama lahan yang milik masyarakat. Untuk itu, pihaknya mengupayakan lahan pertanian masuk ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW).
"Kewenangannya kembali ke warga yang punya lahan. Saat ini banyak orang lebih menyerahkan lahan mereka ketika diganti rugi dengan jumlah besar, siapa yang tidak mau," ujarnya.
Sebelumnya, Walikota palembang Harnojoyo mengatakan, Kota Palembang yang bergerak menjadi kota metropolitan tetap berjuang mempertahankan lahan pertanian sawah lebak yang saat ini banyak dijumpai di kawasan pinggiran kota.
"Kota Palembang ini merupakan kota yang banyak memiliki anak sungai, sehingga tak heran banyak kontur tanahnya rawa atau lebak. Sangat beruntung sekali sejak lama masyarakat telah mengembangkan pertanian rawa lebak, sehingga keseimbangan alam masih bisa terjaga," jelasnya. (Ara)
