Notification

×

Tag Terpopuler

Dinilai Menyalahi Aturan, Kontingen Palembang Protes Hentikan Pertandingan Catur di Porprov

Thursday, November 14, 2019 | Thursday, November 14, 2019 WIB Last Updated 2019-11-14T06:48:03Z

PALEMBANG, SP - Dinilai menyelahi aturan tak sesuai dengan buku panduan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Prabumulih, yang dikeluarkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel, Kontingen Palembang sebagai salah satu peserta mengajukan protes terjadinya pembengkakan cabang olahraga (cabor) catur. 

Pasalnya, Tecnical Delegate (TD) Cabor Catur tidak sesuai dengan buku panduan Porprov yang melakukan pembengkakan 12 medali emas menjadi 66 medali emas. 

Wakil Ketua Kontingen Kota Palembang Ruby Indiarta mengatakan bahwa pihaknya mengaku memprotes keras tindakan yang dinilai menciderai sportivitas olahraga pada perhelatan bergengsi Porprov di Kota Nanas tersebut. 

Pada surat bernomor 109/KONI-PLG/XI/2019 KONI Kota Palembang resmi melayangkan protes kepada KONI Sumsel dalam surat tersebut pihaknya meminta agar Dewan Hakim untuk menindak tegas upaya pembengkakan medali yang tak sesuai regulasi tersebut.

"Aturan bukan panduan tak ada menyebut 66 medali emas. Artinya kami menuntut, khusus cabor catur tetap mempertandingkan sesuai dengan yang sudah ditentukan yaitu 12 emas.
12 perak dan 12 perunggu,"tegas Rubi, Kamis (14/11).

Ia menambahkan bahwa Kontingen Palembang tidak terima apabila ada keputusan selain keputusan yang telah dibuat dalam buku panduan. Dan Palembang tidak akan mengikuti pertandingan lanjutan yang akan di lakukan oleh panitia diluar itu. 

Sementara itu Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel menyebut Pengurus Cabang Olahraga Catur tidak boleh membuat aturan sendiri diluar regulasi yang ditetapkan pada buku panduan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Prabumulih. 

"Jadi cabor tidak boleh itu buat aturan sendiri. Kan buku panduan sudah kita buat, dan itu mengacu pada pertandingan PON dan Kejurnas,"tegas Kepala Bidang Prestasi KONI Sumsel, Dr Syamsuramel, Kamis (14/11).

Ia menambahkan bahwa jika pertandingan tetap dilanjutkan dengan mengacu pada aturan sendiri seperti yang akan dilaksanakan pagi ini maka pertandingan bisa tidak diakui karena sudah membuat aturan sendiri. 

Menurutnya, KONI Sumsel telah membuat aturan sendiri bahwa dari catur standar catur cepat dan catur kilat semua berjumlah 12 emas, 12 perak dan 12 perunggu. 

"Dan itu nanti akan diatur teknis oleh dewan hakim. Dan bisa saja tidak diakui. Jika masih belum nanti akan diputuskan oleh PB Porprov. Itu hampir sama seperti kejadian di PON Palembang 2004, ada juara kembar Kaltim dan Papua,"jelasnya. 

Ramel mengakui bahwa pihaknya mendengar bahwa pagi ini pertandingan dilanjutkan dengan aturan cabor. Menurutnya, hal itu akan diatur kembali pada rapat dewan hakim hingga keputusan PB Porprov. (Nis/rill) 
×
Berita Terbaru Update