Notification

×

Tag Terpopuler

Ekspor Non Migas Sumsel 2019 Turun

Monday, December 16, 2019 | Monday, December 16, 2019 WIB Last Updated 2019-12-16T10:15:11Z

PALEMBANG, SP - Nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bulan November 2019 turun dibanding Oktober 2019 sebesar 8,12 persen disebabkan oleh turunnya nilai ekspor non migas sebesar 8,95 persen. Yakni dari US$ 331,49 juta menjadi US$ 301,82 juta, walaupun nilai ekspor migas naik sebesar 3,55 persen dari US$ 23,64 juta menjadi US$ 24,48 juta. 

Begitu juga jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 (Januari-November 2018) ekspor Provinsi Sumsel turun sebesar 8,65 persen. Dengan nilai sebesar US$ 326,30 juta terdiri dari ekspor migas sebesar US$ 24,48 juta dan US$ 301,82 juta merupakan hasil ekspor komoditi nonmigas. 

Kepala BPS Provinsi Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, ekspor komoditi non migas turun, diantaranya ekspor bubur kertas dengan tujuan ke negara Tiongkok turun US$ 40,52 juta dibandingkan bulan Oktober. 

"Kemudian, ada juga karet dengan negara tujuan Amerika Serikat yang turun US$ 9,69 juta," katanya, Senin (16/12/2019). 

Endang mengatakan, Tiongkok, Malaysia dan Amerika Serikat merupakan tiga negara tujuan utama ekspor Sumsel pada periode Januari - November 2019, masing-masing mencapai US$ 1.244,17 juta, US$ 396,52 juta dan US$ 324,55 juta. Ketiga negara tersebut memiliki peranan ekspor  mencapai 52,73 persen dari total ekspor periode Januari - November 2019. 

"Sementara dalam bulan November ada 5 negara sebagai tujuan ekspor terus terbesar Sumsel. Yakni, Tiongkok (US$ 110,34 juta),  Malaysia (US$ 37,07 juta), India (US$ 29,01), Amerika Serikat (US$ 23, 38 juta),  dan Korea Selatan (US$ 15,47 juta)," katanya. 

Mengiringi ekspor Sumsel, Impor pun juga ikut turun. Impor Sumsel sendiri mengalami penurunan sebesar 19,88 persen dibandingkan dengan bulan Oktober 2019. Diketahui juga neraca perdagangan Sumsel mengalami surplus sebesar US$ 292,77 juta. 

"Ini kabar baik sehingga neraca perdagangan kita (Sumsel) juga ikut bagus. Impor mesin-mesin mekanik yang berasal dari Tiongkok turun,  ini dipicu oleh beberapa industri yang memang tidak banyak menggunakan. Dari angka 19,88 persen tersebut, impor mesin dari Tiongkok turun US$ 4,82 juta," katanya. (Ara)
×
Berita Terbaru Update