![]() |
PALEMBANG, SP - Nilai
ekspor Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bulan November 2019 turun
dibanding Oktober 2019 sebesar 8,12 persen disebabkan oleh turunnya
nilai ekspor non migas sebesar 8,95 persen. Yakni dari US$ 331,49 juta
menjadi US$ 301,82 juta, walaupun nilai ekspor migas naik sebesar 3,55
persen dari US$ 23,64 juta menjadi US$ 24,48 juta.
Begitu
juga jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018
(Januari-November 2018) ekspor Provinsi Sumsel turun sebesar 8,65
persen. Dengan nilai sebesar US$ 326,30 juta terdiri dari ekspor migas
sebesar US$ 24,48 juta dan US$ 301,82 juta merupakan hasil ekspor
komoditi nonmigas.
Kepala
BPS Provinsi Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, ekspor komoditi
non migas turun, diantaranya ekspor bubur kertas dengan tujuan ke
negara Tiongkok turun US$ 40,52 juta dibandingkan bulan Oktober.
"Kemudian, ada juga karet dengan negara tujuan Amerika Serikat yang turun US$ 9,69 juta," katanya, Senin (16/12/2019).
Endang
mengatakan, Tiongkok, Malaysia dan Amerika Serikat merupakan tiga
negara tujuan utama ekspor Sumsel pada periode Januari - November 2019,
masing-masing mencapai US$ 1.244,17 juta, US$ 396,52 juta dan US$ 324,55
juta. Ketiga negara tersebut memiliki peranan ekspor mencapai 52,73
persen dari total ekspor periode Januari - November 2019.
"Sementara
dalam bulan November ada 5 negara sebagai tujuan ekspor terus terbesar
Sumsel. Yakni, Tiongkok (US$ 110,34 juta), Malaysia (US$ 37,07 juta),
India (US$ 29,01), Amerika Serikat (US$ 23, 38 juta), dan Korea Selatan
(US$ 15,47 juta)," katanya.
Mengiringi
ekspor Sumsel, Impor pun juga ikut turun. Impor Sumsel sendiri
mengalami penurunan sebesar 19,88 persen dibandingkan dengan bulan
Oktober 2019. Diketahui juga neraca perdagangan Sumsel mengalami surplus
sebesar US$ 292,77 juta.
"Ini
kabar baik sehingga neraca perdagangan kita (Sumsel) juga ikut bagus.
Impor mesin-mesin mekanik yang berasal dari Tiongkok turun, ini dipicu
oleh beberapa industri yang memang tidak banyak menggunakan. Dari angka
19,88 persen tersebut, impor mesin dari Tiongkok turun US$ 4,82 juta,"
katanya. (Ara)
