![]() |
PALEMBANG, SP - Meskipun Sriwijaya FC belum memberikan gambaran secara gambalng terkait komposisi tim di musim depan, namun komposisi kali ini kemungkinan besar Sriwijaya FC akan mengalami perubahan yang signifikan terutama dari skuad Laskar Wong Kito.
Seperti diketahui diawal musim 2019 lalu Sriwijaya FC terlihat ngotot ingin mendatang pemain Naturalisasi, alhasil nama Bruno Casimir tercatat menjadi salah satu pemain natutalisasinya yang jasanya dipakai Sriwijaya FC di Liga 2.
Namun sayang pemain beradarah Kamerun tersebut tidak berlangsung lama di Sriwijaya FC, tepatnya usai laga Sriwijaya FC kontra Blitar Bandung United pada pekan ke-10 Agustus lalu.
Bruno Casimir mengundurkan diri karena merasa bersalah lantaran dianggap hansball dikotak penalti sehingga Sriwijaya FC harus mendapat hukuman penalti pada masa injury time. Karena penalti itu Sriwijaya FC gagal mencuri tiga poin atas Blitar Bandung United.
Hengkanya Bruno dari Sriwijaya FC, nampaknya menjadi pelajaran berharga bagi pihaknya, hal inilah yang membuat Sriwijaya FC enggan memprioritaskan pemain naturalisasi.
“Sebenarnya naturalisasi atau tidak tergantung kualitas pemain itu sendiri. Buat apa naturalisasi kalau kualitasnya sendiri sama dengan pemain lokal,"ujar Direktur Teknik Sriwijaya FC Indrayadi, Minggu (15/12/2019).
"Namun bukan berarti Bruno Casimir tidak bagus, kalau sekedar untuk gagah gagahan untuk apa” tambahnya
Namun diakui Indra bukan berarti tidak ada peluang bagi Sriwijaya FC untuk merekrut pemain impor, apalagi Sriwijaya FC sendiri saat ibu tengah membidik Striker naturalisasi asal Brasil yakni Alberto Goncalves dan Esteban Viscarra.
"Ya, kalau kualitasnya mumpuni dan bisa berkontribusi lebih bagi tim kenapa tidak kita ambil, seperti halnya Alberto Goncalves atau Esteban Vizcarra tentu kita mau, tapi kita juga tetap harus menyesuaikan kondisi keuangan,” ungkapnya. (Nis)
