![]() |
| Kabulog Sumsel-Babel, Ali Ahmad Najih Amsari, (foto/lan) |
PALEMBANG, SP - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Badan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumsel-Babel memastikan kondisi persediaan daging beserta sembilan bahan pokok (sembako) aman dan tidak akan ada kenaikan harga secara signifikan. "Stok daging aman baik dari kebutuhan dan permintaan. Relatif untuk harganya juga masih belum ada kenaikan," ujar Kabulog Sumsel-Babel, Ali Ahmad Najih Amsari.
Ali mengatakan, tidak seperti puasa dan hari raya lebaran untuk stok daging beku dan segar tidak ada penambahan pada Nataru mendatang sebab, stok yang ada dianggap mencukupi. Untuk harga, daging beku asal India yang dimiliki oleh bulog dihargai Rp80 ribu perkilogram sedangkan daging segar diseputaran harga Rp110 ribu. "Tidak ada penambahan karena stok daging kita cukup sampai akhir Desember ini," ujarnya.
Sebaliknya, untuk harga dan stok beras Ali menjamin aman hingga 8 bulan ke depan. Harga beras medium dihargai Rp8.900 perkilogram dan premium Rp11.000. "Gak ada gejolak kenaikan harga, bahkan untuk tahun ini harga beras lebih rendah dari periode yang sama di tahun sebelumnya," jelas Ali.
Ali mengungkapkan, pendistribusian yang tepat waktu menjadi salah satu penyebab harga dapat ditekan. Pihak bulog juga selalu melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga ketersediaan stok di pasaran. "Kita selalu berjaga-jaga dengan mengadakan operasi pasar murah diberbagai pasar di Palembang secara terus menerus sepanjang tahun tidak saja pada momen hari besar saja seperti, Cinde, Lembang, Kilometer 5," ungkapnya
Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Iwan Gunawan membenarkan koordinasi yang dilakukan oleh pihaknya dengan bulog guna memastikan harga bahan pokok tidak naik. Dirinya juga menjamin tidak akan ada kenaikan harga secara signifikan pada hari raya dan hari besar. "Untuk stok beras, sudah kita koordinasikan hasilnya aman. Stok tersedia, masyarakat tidak usah kuatir. Juga soal harga. Dari pantauan tim kita di lapangan, harga beras di pasaran masih dibawah HET," katanya. (Lan)
