![]() |
| Marjono Kepala BPBD Kabupaten Lahat, (foto/KH. Helmi) |
LAHAT, SP - Berdasarkan data dari Badan Penanggulan Bencana Alam (BPBD) Kabupaten Lahat Tahun 2017-2019 di wilayah Kabupaten Lahat ada 19 kecamatan berpotensi terkena dampak banjir di saat hujan lebat. Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Lahat Marjono,SAE.MM melalui Kepala Bagian (Kabid) Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lahat Sir Jhon Tomy, SE.MM Rabu (2/1/20) di Ruang Kerjanya.
"Ya, Kecamatan Berdasarkan data yang kami kumpul dari tingkat kecamatan se-kabupaten Lahat melalui kronologis kejadian beberapa tahun terkahir di waktu musim penghujan ada 19 Kecamatan rawan potensi Bajir",Ungakpnya.
Wilayah sulit tersentuh potensi banjir meliputi Kecamatan Gumai Ulu, Kota Agung, Pajar Bulan, Tanjung Sakti Pumu, Muara Payang dan Merapi Timur. " 6 kecamatan ini wilayahnya berada di dataran tinggi. Berdasarkan kronologis beberapa tahun terkahir belum perna terjadi banjir meski hujan lebat",Jelasnya.
Untuk wilayah jauh dari rawan longsong sambungnya berada di Kecamatan Kikim Timur, Merapi Barat, Kota Agung, Pajar Bulan, Merapi Selatan, Kikim Barat. " Di luar dari enam kecamatan tersebut ada potensi longsor pada beberapa desa diwilayah Kecamatan tersebut",Ungkap Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan ini.
Selain data dari Kecamatan Tersebut, setiap hari BPBD Kabupaten Lahat menerimah informasi potensi hujan lebat di Kabupaten Lahat dari Badan Mitorologi Klimatologi dan Giopisika (BMKG) baik secara umum dan per wilayah perkecamatan.
"Untuk Harini (2/1) kemaren potensi hujan lebat di informasikan secara umum, waktunya pada malam hari. Sementara pada (1/1) kemaren di Kecamatan Kikim Selatan di informasikan Hujan lebat, itu terjadi. Intinya informasi dari BMKG mendekati Kebenaran dan sangat membantu kami",Pungkasnya. (KH.Helmi)
