DPRD Palembang Minta Pemkot Serius Tangani DBD

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang, M.Ali Subri, SI.P
- Pasien DBD Meningkat 

PALEMBANG, SP - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD), Kota Palembang meminta Pemerintah Kota Palembang untuk serius menangani kasus Demam Berdarah Dengue, (DBD), menyusul meningkatnya kasus DBD per Januari 2020.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang, M.Ali Subri, SI.p mengatakan, saat ini wabah virus covid-19 sedang melanda Kota Palembang harus ditangani dengan serius oleh Pemerintah Kota Palembang tapi tak kalah pentingnya kasus DBD yang saat ini trend nya cenderung meningkat sehigga harus serius juga ditangani karena belum terlihat langkah riil Pemkot dalam menangani DBD. Padahal saat ini curah hujan hampir terjadi setiap malam. "Kita belum melihat upaya yang serius dari pemerintah dalam hal ini Dinkes Palembang dalam menangani kasus DBD, baru sekedar imbauan saja", kata Ali ditemui dilapangan saat meninjau pasien DBD di wilayah Kertapati, Sabtu, (11/4).

Dijelaskannya, kasus DBD ini tidak bisa dianggap ringan dan sepele karena kasus ini juga mematikan. Bahkan, dirinya mengaku kecewa saat menghubungi pihak terkait justru mendapat jawaban yang tidak memuaskan, padahal kasus DBD ini merupakan wewenang dan tanggung jawabnya. Ali juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspasa terhadap virus covid-19 dengan mentaati imbauan pemerintah dan selalu cuci tangan. Sementara, DBD ada keterkaitannya juga dengan kebersihan. Dengan melakukan 3M. "Jangan sampai karena adanya wabah virus covid-19 tapi kita lalai dengan penyakit DBD, jadi harus selalu waspada", tambahnya.

Diketahui, Berdasarkan catatan pada Dinas Kesehatan Kota Palembang, sejak Januari 2020, kasus DBD di Kota Palembang cenderung meningkat. Pada Januari ada 87 kasus dan meningkat di Februari menjadi 121 kasus. Kemudian, hingga 27 Maret ini tercatat sudah ada 95 kasus. 

Tertinggi, ada di Kecamatan Sukarame 46, Ilir Barat 1 ada 40 dan Kertapati ada 21.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr Ayus Astoni mengatakan, di musim penghujan seperti saat ini, untuk memberantas nyamuk Aides Aigepty sebagai penyebab penyakit DBD, disarankan dilakukan dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Sementara fogging adalah alternatif terakhir.

"Fogging itu hanya membunuh nyamuknya langsung bukan jentik-jentik atau telur nyamuk setelah satu dua minggu jentik-jentik nyamuk itu akan berubah menjadi nyamuk lagi. Metode 3M itu lebih tepat karena dapat menghindari jentik-jentik nyamuk untuk dapat berkembang biak", katanya. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.