Atlet Gulat Sumsel Ronald L Toruan, Bicara Untung Rugi PON Papua Tertunda


PALEMBANG, SP - Ajang Multievent PON Papua resmi ditunda hingga tahun 2021 mendatang,  adanya penundaan ini tentunya  menimbulkan berbagai persoalan.

Salah satunya yakni atlet gulat Sumsel Ronald L Toruan yang secara blak blakan berbicara mengenai untung rugi di tundanya PON Papua

"Kalau dampaknya PON ditunda dilihat dari dua sisi ada keuntungan dan ruginya, kalau keuntungan kita lebih mematangkan persiapan dalam jangka waktu yang agak panjang kita lebih fokus lagi mempersiapkan, kemudian disisi kerugiannya sepertinya di KONI pembinaan tahun ini di tiadakan,  dan sementara ini karena covid kita latihan dirumah saja sembari menjaga kondisi fisik,"ujarnya, Selasa (5/5/2020)

Pria kelahiran KA. Tungkal 21 September 1990 ini bahkan mengaku kerugian materi yang paling mendominasi terutama dalam memenuhi nutrisi kesehatan para atlet Gulat, terutama bagi atlet seperti dirinya yang berpotensi untuk meraih medali emas.

"Kerugian dari materi,  pembinaan di KONI di tiadakan cuma ada berapa bulan di bayarkan, apalagi cabor gulat biasanya yang paling besar mengelurkan materi mengingat gulat harus di penuhi nutrisinya karena bukan termasuk olahraga yang body contrack jadi harus memerlukan kalori dan vitamin yang cukup,"bebernya

Ia juga mengatakan sebagai atlet yang di bidik untuk merebut medali emas,  dirinya mengaku tidak cukup hanya mengandalkan latihan saja,  akan tetapi dengan adanya sparing partner menjadi opsi yang efektif untuk menambah jam terbang maupun mengukur kekuatan lawan. 

"Kalau untuk persiapan meraih emas tidak cukup latihan di Sumsel, minimal gabung di Kaltim atau di Kalteng jadi bisa menambah partner sparing diluar jadi pemgalaman sparingnya bagus,"

"Tapi dengan adanya bencana ini ya gimana lagi saya berjuang atas nama Sumsel apa yg saya bisa hanya melakukan sebaik baiknya dengan kekurangan ini mudah mudahanlah, karena ada pepatah yang mengatakan "No Modal No Medal". Jadi untuk medali harus butuh modal seperti halnya penambang emas butuh modal yang canggih untuk meraih banyak emas kalau tidak ada modal bagaimana kita mengoptamalkan SDM yang sebagus ini,"ungkapnya. 

Sementara itu mengenai batasan umur, pria yang juga berprofesi sebagai pelatih Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) ini mengatakan tidak ada kendala dalam batas umur,  mengingat cabor gulat tidak memiliki regulasi terkait peraturan batasan umur. 

"Pelaksanaan PON terkait umur biasanya di gulat tanpa batasan umur, karena kalau kami by number bukan by name, ga tau kalau cabor lain dari sehi teknis belum ada kemungkinan mungkin nanti ada kebijakan lagi, tapi kalau kami kalau ditunda kami tetap bisa main,"pungkasnya. (Nis) 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.