Nafkah Punggawa SFC Terancam

Derry Herlangga Ungkap Kesan Tersendiri Punya Istri Satu Profesi sebagai Atlet 
PALEMBANG, SP - Dibalik wacana penghentian kompetisi yang diusulkan oleh PT Liga Indonesia Biru (LIB) dan beberapa klub di tanah air, ternyata membuat dilema bagi sejumlah pemain Sriwijaya FC.

Khususnya bagi mereka yang hanya mengandalkan penghasilan dari bermain sepakbola untuk menghidupi keluarga. Hal itu dirasakan oleh pemain Sriwijaya FC Teddy Berlian. Teddy yang biasanya bergulat di lapangan hijau kini harus banting stir membuka usaha takjil selama Ramadhan untuk mencari tambahan penghasilan.

"Iya cari usaha tambahan karena kami hidupnya kan di bola sedangkan pemasukan di bola, jadi kalau seperti ini kan lagi sulit kami gak ada kerjaan, untuk ekonomi juga gak bisa mencukupi," katanya, Minggu (10/5) kemarin.

Hal yang sama dirasakan stopper Sriwijaya FC Marcel Yusuf Usemahu. Pemain asal Maluku Tengah ini terpaksa harus berputar otak untuk mencari solusi jika kompetisi benar-benar dihentikan permanen oleh PSSI. 

"Saya merasa kecewa sekali kalau seandainya kompetisi dihentikan total, karena kalau memang benar-benar dihentikan saya juga bingung gimana mau ngasih nafkah ke anak sama istri saya," katanya.

Pemilik nomor punggung 23 ini berharap agar kompetisi tidak dihentikan, mengingat dampak buruk dari keputusan ini akan berimbas kepada ekonomi para pemain seperti dirinya. "Kalau saya sih maunya jangan dihentikan karena dari sepak bola itu mata pencarian saya untuk menghidupi keluarga kecil saya," ungkapnya. (nis) 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.