PON di Undur, KONI Sumsel Minta Kepastian 10 Cabor Dipertandingkan


PALEMBANG, SP - Menyusul keputusan mengenai mundurnya pelaksanaan PON Papua yang akan dilaksanakan pada 2- 13 Oktober 2021 mendatang. 

KONI Provinsi Sumsel mengusulkan sekaligus meminta KONI pusat dan pantia PON Papua memastikan dipertandingkannya 10 cabang olahraga yakni Balap Sepeda, Ski Air, Bridge, Kriket, Dansa, Gateball, Petangue, Sopt Tenis, Tenis Meja, dan Woodball. 

Yang notabennya belum mendapatkan kepastian terkait di pertandingkannya cabor tersebut, diminta untuk mempertimbangkan mengingat pihaknya masih punya cukup waktu untuk menyiapkan venue ke-10 olahraga tersebut.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Ketum KONI Sumsel Hendri Zainuddin saat menggelar rapat secara virtual dengan pengurus KONI pusat Marciano Norman dan para Ketua KONI daerah, Selasa (12/5). 

“Kami minta agar dipastikan dipertandingkannya ke-10 cabor, yang tempo hari belum ada kepastian akan dipertandingkan, karena cukup waktu untuk persiapan venue,” kata Ketum KONI Sumsel Hendri Zainudin. 

Menurut Hendri, dengan diundurnya PON tentu saja menjadi kesempatan daerah untuk mempersiapkan atlet-atlet yang akan mewakili daerah masing-masing. Lebih dari itu, tentu memberikan kesematan kepada Provinsi Papua mempersiapkan dirii, terkhusus untuk 10 cabor yang hingga kini belum ada kepastian akan dipertandingkan.

Menanggapi usulan KONI Sumsel tersebut, Pengurus KONI Pusat Marciano mengatakan akan membahas tentang ke-10 cabor tersebut bersama pengurus lainnya dan panitia. Dia juga berharap agar 10 cabor tersebut dipertandingkan, apalagi dengan diundurnya PON Papua. 

“Hal ini pasti akan kita bahas bersama,” katanya seraya menegaskan bahwa PON Papua dipastikan diundur dan akan digelar pada 2 Oktober sampai 13 Oktober 2021.

Pada kesempatan Marciano mengharapkan agar KONI daerah dan Cabor tetap menyiapkan atletnya dengan baik, dengan program yang sudah direncanakan. Sehingga saat PON Oktober 2021 nanti atlet dalam kondisi terbai. 

“Kondisi sekarang ini, harus menjadi tantangan bagi setiap daerah untuk menyiapkan atlet atau tim terbaik,” katanya.
 
Marciano juga mengharapkan, dengan kondisi covid-19 dan diundurnya PON Papau, KONI daerah tetap memperbesarkan hati para atlet, sehingga tetap giat berlatih, sehingga diharapkan menjadi yang terbaik. (Nis) 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.