Bukan Hanya MBU, PSMS Medan Dukung SFC Jadi Tuan Rumah Home Tournamen


PALEMBANG, SP
- Meskipun PSSI telah mewacanakan akan menggelar home tournamen di Pulau Jawa, namun dukungan terus datang menghampiri Sriwijaya FC.

Seperti diketahui setelah mengajukan diri sebagai tuan rumah home turnamen Liga 2, beberapa klub seperti Muba Babel United mendukung penuh rivalnya tersebut untuk menggelar kompetisi kasta kedua tersebut.

Selain tim Laskar Renggonang, lampu hijau juga kini diberikan oleh tim asal derby Sumatera yakni PSMS Medan yang tak keberatan apabila tim berlogo elang Andalas tersebut menjadi tuan rumah.

Manajer PSMS Medan Mulyadi Simatupang mengatakan terlepas SFC memiliki fasilitas mendukung yang bertaraf Internasional, ia juga mengatakan memiliki kesan tersendiri saat bertanding di home base Sriwijaya FC tersebut.

"Kita menanggapinya sebagai suatu hal yang positif. Karena sebelumnya kita pernah main di sana. Terakhir kita di sana saat kita ke babak 8 besar (Liga 2 2019) lalu, Sriwijaya juga gak asing lagi, artinya kita siap main di mana saja, termasuk di Palembang," kata Mulyadi Selasa (23/6/2020).

Kendati begitu Mulyadi meminta kebijakan dari PSSI terkait keputusan PSSI dalam hal memilih tuan rumah home tournamen,  sekalipun harus di Pulau jawa.

"Namun kita berharap PSSI bisa bijaklah mengambil sikap soal tuan rumah ini. Kalaupun di Pulau Jawa ataupun Sriwijaya jadi tuan rumah, kita tidak permasalahkan hal itu,"ungkapnya

Sementara itu ketika di tanya terkait regulasi home tournamen yang akan di gelar di Pulau Jawa, Pelatih Sriwijaya FC Budiarjo Thalib mengaku tetap mendukung keputusan PSSI.

"Sudut pandang saya tidak masalah dengan perubahan format baru PSSI, justru home tournament bakal lebih menguntungkan Sriwijaya FC, walaupun nanti bukan digelar Palembang yah ini hanya persoalan beda atmosfer saja. Soal kemampuan kompetisi apapun sama, yang penting persaingan prestasi,"tutur Budi Jo (sapaan akrabnya) 

Selain itu eks pelatih Persik Kediri ini juga mengatakan kendati perubahan format home tournamen yang memberikan keuntungan bagi SFC, dirinya juga mengungkapkan persaingan terasa semakin ketat dan membuat klub Liga 2 akan kesulitan menuju promosi ke Liga 1.

"Ada keuntungan, ada juga sulitnya dari sistem home tournament. Seperti membuat jumlah tim promosi ke Liga 1 pada 2021 lebih sedikit. Ini jadinya hanya dua tim yang promosi dan persaingan lebih ketat,"tukasnya. (Nis) 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.