Oknum ASN BPKAD Mura Larang Wartawan Meliput

Kantor BPKAD Musi Rawas 
MUSIRAWAS, SP
- Perbuatan kurang terpuji diduga dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas BPKAD Kabupaten Musi Rawas. Dengan sikap arogannya, oknum ASN itu mendorong  dan mengejar awak media online yang sedang menjalankan tugas melakukan konfirmasi, terkait pemberitaan. 

Terlihat dalam video yang berduasi sekitar lima menit itu  seorang oknum ASN  BPKAD tersebut mendorong dan mengejar wartawan sambil terus berkata hingga keluar kantor.

Dalam video itu juga terlihat oknum ASN dengan wartawan itu sempat bersitegang, meski tidak terjadi saling jotos.

Dalam waktu bersamaan oknum wartawan yang diketahui bernama Bambang keluar meninggalkan kantor BPKAD yang diikuti oknum ASN tersebut.

Bambang, salah seorang wartawan yang menjadi korban mengaku tidak mengetahui titik permasalahannya sehingga oknum ASN itu marah-marah,sambil mendorong, dan mengejar sambil mengucapkan kata-kata kasar.

“Kami datang secara baik-baik dengan mengisi buku absen dan ngobrol dengan salah satu pegawai dinas kemudian datang oknum tersebut dengan mengatakan hal-hal di luar jurnalis," kata Bambang.

Kejadian itu berawal saat Bambang wartawan media online Radar Metro, melakukan konfirmasi terkait pencairan dana rehab kantor BPKAD yang saat itu di tangani MD, dimana ada anggaran sekitar Rp 50 juta yang tidak jelas prosedurnya. "Kami ingin menanyakan tentang pelaksanaa proyek senilai Rp 50 juta. Diduga proyek tersebut tanpa RAB dan SPK akibatnya bisa merugikan rekanan BPKAD itu sendiri terlebih adanya dugaan penundaan pencairan dana tersebut,"ujar Bambang.

Tidak lama kemudian datang oknum pegawai BPKAD tersebut tanpa mengetahui duduk permasalahannya langsung marah-marah dan melarang awak media merekam atau meliput berita dengan mengatakan ini adalah rumah kami.

" Tidak cukup sampai disitu oknum tersebut terus mengusir awak media dengan mendorong dorong dan mau memukul  awak media dengan sikap  arogan seperti ini sungguh sangat kami sesalkan," ujar Bambang, Minggu (26/07/2020).

Hingga berita ini diturunkan oknum MD tersebut belum menjawab ketika dikonfirmasi melalui pesan aplikasi. (Epran)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.