Om Ndut Caffe Reborn Sajikan Sate Kelinci, Live Musik, dan Tempat Selfi

Manajemen Sate Kelinci Om Ndut Caffe menyerahkan nasi tumpeng kepada Kasipidum Kejari Palembang, Agung Ary Kusuma saat acara Grand Opening (foto: Ariel)
PALEMBANG, SP - Caffe Om Ndut Reborn yang menyajikan menu khas Sate Kelinci dan Tongseng Kelinci melangsungkan Grand Opening restorannya, Sabtu malam, (29/8/2020). 

Selain sate kelinci, tempat ini juga menawarkan beragam pilihan kuliner andalan lainnya seperti Bakso Lobster, Bakso Udang Satang, Bakso Rusuk, Sate Ayam, Sate Kambing dan berbagai menu angkringan, serta berbagai jenis minuman diantaranya Cappucino, Latte Hazelnut, Coffee Vietnam, Boba, moctail dan lain-lain. Tidak hanya itu pengunjung juga dimanjakan dengan hiburan live musik dan tempat berswafoto.

Grand Opening Caffe Om Ndut Reborn yang berada didepan TVRI di Jalan Bidar No. 12 Palembang, ini membidik pasar kaum milenial, dirancang sebagai tempat berkumpul bersama teman dan keluarga sesuai dengan selera milenial zaman Now.

“Konsep cafe ini menyasar kaum milenial, kalau biasanya sate itu ada di pinggir jalan atau di tenda-tenda maka kini bisa dinikmati di cafe sambil dengerin live musik, selain sate ada 30 menu lainnya yang menggugah selera” kata Owner Caffe Om Ndut, Mahendra Putra seusai Grand Opening Om Ndut Reborn Cafe, Sabtu (29/8/2020).

Putra menjelaskan, masyarakat tidak perlu ragu untuk makan daging kelinci karena kelinci yang digunakan ini memang kelinci yang diternak untuk di makan, bukan kelinci peliharaan.

“Daging kelinci yang digunakan ini diorder secara khusus dari Semarang. Sekali order 90 kg, yang sudah dalam bentuk daging filet. Daging kelinci ini seperti ayam, namun seratnya lebih halus dan teksturnya empuk. Untuk sate kelinci semuanya daging tidak ada gajih, sehingga rendah kolesterol,” katanya.

Dia juga menjelaskan beberapa manfaat mengkonsumsi daging kelinci seperti rendah lemak, mencegah penyakit jantung, bisa untuk obat penyakit asma, kaya protein, dan rasanya lezat. (Ariel)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.