Aksi Pencuri di SMPN 12 Terekam CCTV, Kasek Lapor Polisi

Kepala Sekolah SMPN 12 Palembang Ahmad Fauzi mendatangi Polrestabes Palembang untuk melaporkan kejadian dugaan pencurian di sekolahnya, Jumat (21/8) lalu. (FOTO/DY-SP)
PALEMBANG, SP - Ahmad Fauzi (56) warga Kertapati, Palembang yang bekerja sebagai Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 12 Palembang mendatangi Polrestabes Palembang untuk melaporkan peristiwa dugaan pencurian di sekolahnya.

Dihadapan petugas dari SPKT Polrestabes Palembang Ahmad Fauzi menyebutkan, peristiwa dugaan pencurian itu terjadi di SMPN 12 Palembang, sekitar pukul 20.30 WIB, Kamis (20/8).

"Ini bukan yang pertama melainkan kejadian yang kedua, aksi pelaku juga terekam CCTV lantas saya bersama dengan penjaga malam di sekolah memutuskan untuk melaporkan pelaku ke polisi," ujarnya Jumat (21/8) lalu.

Diterangkannya, saat kejadian dugaan pencurian itu diketahui Fauzi, setelah mendapatkan kabar dari penjaga malam di sekolahnya tersebut terkait peristiwa dugaan pencurian tersebut.

"Setelah mendapatkan kabar tersebut saya langsung mendatangi lokasi sekolah, terlihat pintu kantor sudah rusak dan terbuka, setelah kami cek CCTV pelaku satu orang dan masuk sekolah kami dari belakang sekolah," bebernya.

Lebih lanjut Fauzi menuturkan, ia tidak mengetahui secara pasti pelaku membobol pintu sekolahnya menggunakan apa.

"Saya juga tidak tahu pelaku menggunakan apa membobol sekolah kami, yang jelas akibat kejadian tersebut kami kehilangan dua unit ponsel sitaan siswa, kemudian sebilah golok dan sebilah keris peninggalan kakek saya yang saya taruh di tempat saya bekerja," ungkapnya.

Ia pun berharap polisi dapat segera menangkap pelaku, berdasarkan bukti-bukti yang terungkap dari rekaman CCTV milik sekolah tersebut.

"Ini kejadian kedua sekolah kami dimasuki maling, dan saya juga tidak tahu apakalah pelaku orang yang sama atau bukan yang jelas kami tidak kenal. Pada saat kejadian pertama kami kehilangan kain songket, camera dan beberapa uang receh, maka dari itu kami berharap pelaku tertangkap dan bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya," tutupnya.

Sementara itu penjaga malam di sekolah tersebut Sukirno (56) menuturkan, pada saat kejadian ia tidak mendengar atau melihat pelaku masuk. "Saya tidak begitu tahu kalau sekolah kami dimasuki maling, karena pada saat kejadian saya tidak mendengar suara berisik-berisik. Dan pada saat kejadian saya langsung mencari pelaku di kawasan sekolah namun tidak ketemu," kata Sukirno.

Ditempat terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Palembang Iptu Marwan telah membenarkan adanya laporan tersebut. "Selanjutnya laporan sudah diterima anggota piket SPKT Polrestabes Palembang, dan diteruskan ke Unit Reskrim Polrestabes Palembang untuk ditindaklanjuti," tutupnya. (dy)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.