CCTV Rusak, 135 Bollar Jembatan Ampera Hilang

Kepala BBPJN Wilayah V, Kgs Syaiful Anwar Sedang Memantau Lokasi Bollar Jembatan Ampera Yang Diduga Hilang Dicuri Pada Senin  dini hari lalu sebanyak 33 batang
- Kerugian Capai Rp 40 Juta 

PALEMBANG, SP - Sedikitnya 33 bollar Jembatan Ampera diduga hilang curi pada Senin (10/8/2020) dini hari. Namun hingga kini Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V belum bisa memastikan penyebab hilangnya bollar tersebut dikarenakan CCTV di jembatan kebanggaan Wong Palembang itu rusak sehingga tidak bisa memantau tempat kejadian.

Pantauan posisi bollar yang hilang berada di sebelah kiri arah seberang ulu ke hilir. Masih berdasarkan ada 33 besi yang hilang dan terlihat ada bekas ban mobil di trotoar. Berdasarkan pantauan, terlihat keramik bekas dudukan bollar yang berlubang seperti sengaja di bongkar dan bukan tertabrak. 

Kepala BBPJN Wilayah V, Kgs Syaiful Anwar saat dikonfirmasi mengatakan, sebelumnya ia telah menugaskan PPK untuk melakukan pengecekan kerusakan. Sebab, kondisi kerusakan lapangan yang terjadi memunculkan sejumlah asumsi.

"Total bollar yang hilang mencapai 135 batang, yang kemarin 33. Sedang dipesan, sebulan sudah kita pasang. Satu bollar ini harganya Rp90 ribu, jadi total Rp40 juta," katanya usai meninjau lokasi kejadian di Jembatan Ampera, Selasa (11/8/2020).

Syaiful mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Palembang. Pihaknya belum dapat menyampaikan hasil penyelidikan sebab CCTV sedang maintenance dalam satu bulan terakhir. Di Jembatan Ampera ini ada dua CCTV, satu mengarah ke Seberang Ulu dan satunya ke Ilir.

"CCTV yang arah Ulu sedang rusak. Besi ini sangat kuat sekali, makanya kita serahkan kasus ini ke Polresta. Nanti kalau sudah ada laporannya kami sampaikan," katanya.

Pengawasan Jempatan Ampera selain kewenangan PPK Jembatan Metropolitan juga kewenangan instansi setempat. "Total anggaran perawatan Ampera ini Rp300 juta, selain keramik juga perbaikan lampu," katanya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, kejadian ini sudah terulang dua kali. Karena sudah sering, Sat Pol PP harusnya rajin melakukan patroli. Jembatan tak hanya Ampera harus sering dipatroli.

"Setelah dilihat dari CCTV, baru bisa ditentukan secara hukum orang yang menabrak dan yang mengambil besi bollar," katanya. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.