Warga Tanjung Beringin Keluhkan Jaringan Internet


BANYUASIN, SP - Sebagian desa yang ada di wilayah Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin susah  jaringan komunikasi. Salah satunya Desa Tanjung Beringin, seperti sekarang ini jaringan internet ( jaringan komunikasi ) sudah menjadi bagian kebutuhan dalam kehidupan masyarakat, baik untuk berkomunikasi maupun mengakses informasi.

Saat ini masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Tanjung Beringin tersebut, ketika ingin melakukan komunikasi dengan keluarga, teman, atau rekan kerja maupun mencari informasi terkini harus rela keluar rumah dan itu pun hanya ada di titik-titk tertentu saja, misalnya di dataran yang tinggi. Sementara ketika memasuki dataran rendah secara otomatis handphone milik mereka berada di luar jangkauan.

Pj. Kades Tanjung Beringin Suhardi mengatakan bahwa di wilayah desanya Bukan hanya lambat, tapi bisa dikatakan tidak ada jaringan internet sama sekali.

"Kadang kami ketinggalan informasi, biasa ada informasi dari pemerintah Kabupaten Banyuasin tapi kami disini tidak tahu lantaran jaringan tidak ada” keluhnya," Kamis (27/08).

Bukan hanya Saya, warga lain yang berhasil ditemui Media ini juga mengeluhkan lambatnya jaringan internet di Desa Tanjung Beringin karna tidak ada tower yang di bangun oleh pemerintah daerah lewat Dinas Kominfo Kabupaten Banyuasin.

"Harapan saya lewat Berita ini, Saya selaku penampung aspirasi masyarakat Desa Tanjung Beringin mengharapkan kepada istansi terkait agar bisa membantu, untuk membangun salah satu tower, lewat dari pembangunan tower Insya Allah jaringan internet dan informasi bisa kami lihat dan melakukan publikasi apapun kegiatan yang ada wilayah desa kami, maka dengan ini sekali lagi saya harapkan untuk membangun salah satu tower di wilayah kami," tutur dia.

Keluhan tersebut di juga sampaikan Ketua BPD Tanjung Beringin Rizal, SE.

Menurut dia bagi pengguna android jaringan komunikasi atau internet sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena hal itu merupakan tuntutan dari perkembangan jaman.

“Di sini susah nian sinyal kak, kalau mau ada sinyal harus keluar rumah atau pergi ke tempat tertentu. Misal, ke daerah dataran tinggi,” kata Ketua BPD Tanjung Beringin Rizal, SE kepada media ini.

Kata dia, keterbatasan jaringan komunikasi membuat masyarakat buntu dalam mengakses informasi atau berkarya melalui dunia maya. Misalnya, untuk mengenalkan produk lokal seperti hasil home industry dan sebagainya. Apalagi di era teknologi ini hampir sebagian besar serba online.

“Kami meminta kepada pemangku kebijakan, agar memperhatikan warganya terutama yang ada di daerah pelosok desa. Pemerintah pusat sempat menggembar-gemborkan program internet masuk desa, Merdeka sinyal  tapi kok heran desa kami masih gelap dari informasi?,” ungkap dia. (Adm).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.