Ini Penjelasan Ketua PN Palembang Soal Oknum Pengacara Mengamuk, Terkait Rp600 Juta



PALEMBANG, SP
- Menanggapi insiden pengacara yang "mengamuk" di Pengadilan negeri (PN) Kelas IA Khusus Palembang, dengan alasan kesal menunggu Ketua PN Palembang yang sempat membuat heboh Gedung PN Palembang, Ketua PN Palembang Bongbongan Silaban angkat bicara.


Bongbongan mengakui, kekesalan oknum pengacara yang diketahui bernama Jhon Fredi itu dikarenakan permasalahan kasus perdata soal pengembalian uang sekitar Rp600 juta.


“Tadi ada sedikit insiden saja, mengenai kasus pengembalian uang sekitar Rp600 juta, sudah ada beberapa pihak yang minta supaya mereka saja yang mengembalikan uang itu. Bahkan, ada yang memaksa minta uang itu dikembalikan kepadanya,” kata Bongbongan Silaban, kepada wartawan, Senin (28/9/2020).


Bahkan menurut Bongbongan, ada oknum yang mengancam akan mengerahkan massa dan media dengan jumlah besar ke PN Palembang, jika keinginan mereka terkait pengembalian uang tersebut tidak dipenuhi. “Tapi proses pengembalian uang tersebut, tetap dilakukan sesuai dengan prosedur,” katanya.


Terkait oknum pengacara yang kesal dan menghadang mobilnya, Bongbongan mengatakan, itu hanyalah salah paham semata dan sudah diselesaikan. “Menurut saya itu biasa ya, kalau 2 jam menunggu dan belum bertemu itu juga normal. Dia kan juga bermaksud ingin mengurusi masalah pengembalian uang itu,” jelasnya.


Terkait aksi oknum pengacara yang membuat heboh PN Palembang itu, Bongbongan mengatakan, jika pihaknya atau pengadilan tidak akan menempuh jalur hukum, karena telah ada penyelesaian antara kedua belah pihak.


“Terhadap adanya insiden tadi kita tidak akan menempuh jalur hukum. Yang jelas terkait masalah pengembalian uang itu, tetap kita lakukan sesuai prosedur,” tutupnya. 


Diberitakan sebelumnya, PN Kelas IA Khusus Palembang, sempat dibuat heboh seorang oknum pengacara yang hendak bertemu dengan Ketua PN Palembang, Bongbongan Silaban, Senin (28/9/2020).


Hal tersebut bermula saat oknum pengacara bernama Jon Fredi itu bersitegang dan sempat beradu mulut dengan petugas saat memaksa bertemu dengan ketua PN. Akibat ketegangan yang sempat menjadi perhatian pengunjung PN dan awak media itu, puluhan aparat kepolisian dari Polsek Ilir Timur I, Polrestabes Palembang dan Tim Hunter didatangkan oleh pihak PN Palembang untuk mengamankan seputar gedung peradilan tersebut.(ariel)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.