Kedapatan BOM Molotoc, Ratusan Pendemo Didata

 

Petugas kepolisian memberikan minuman kepada ratusan pendemo yang didata (Foto:DE/SP)

PALEMBANG, SP - Dalam aksi demo terkait penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Sumsel, Rabu (7/10) sekitar Pukul 10.00 WIB, ratusan oang diamankan.

Sedikitnya, 180 pendemo yang tidak memiliki identitas terpaksa diamankan aparat Polrestabes Palembang. Bahkan, beberapa orang diantaranya kedapatan membawa bom molotov dan diduga provokator.

 

Oleh polisi, ratusan orang pengunjuk rasa dibawa ke aula Mapolrestabes Palembang untuk didata dan dibina.

 

Ratusan orang didominasi pelajar yang diamankan ini, mendapat perhatian Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri. "Kalian baik-baik, ya. Jangan anarkis,’’ pesan Kapolda.

‘’Siap, Pak!" jawab ratusan pemuda serentak, Rabu (7/10).

Kapolda lantas menanyakan kondisi sejumlah pendemo yang duduk di lantai aula tersebut. Kebanyakan dari mereka mengeluh lapar dan haus kepada Kapolda Sumsel Irjen, Pol Eko Indra.

 

Kapolda ingin memastikan para pemuda tersebut mendapat perlakuan layak selama dibina. "Sudah makan belum?" tanya Kapolda.

 

"Belum, Pak. Haus, lapar, Pak," timpal salah seorang pemuda.

 

"Iya, sabar ya. Nanti semua makan siang. Yang penting kalian bersikap baik semua," pinta Kapolda.

Setelah melihat langsung kondisi ratusan pemuda tersebut, kepada wartawan, Kapolda menegaskan situasi saat ini kondusif.

 

"Di Sumsel ada aksi di dua lokasi, yakni Palembang dan Empat Lawang. Alhamdulillah, situasi kondusif," tegas Kapolda. (DE) 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.